Kekeringan Banyumas Lebih Parah dari 2023, BPBD Distribusikan Air Bersih ke 89 Desa
Banyumas-Spektroom : Dampak kemarau panjang yang diperparah fenomena El Nino membuat krisis air bersih di Kabupaten Banyumas semakin meluas. Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mengintensifkan distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyumas, Abdul Lajis, Senin (12/10/2026), mengatakan hingga saat ini penyaluran air bersih telah menjangkau 89 desa dan kelurahan di 23 kecamatan.
Selain itu, bantuan juga diberikan ke 19 lokasi fasilitas umum, seperti sekolah, pondok pesantren, madrasah, dan panti atau rumah singgah.
“Sudah 92 desa dan kelurahan yang terdaftar mendapat pelayanan rutin. Jumlahnya masih berpotensi bertambah karena dampak kekeringan terus berkembang,” kata Abdul Lajis.
Menurut dia, distribusi air bersih dilakukan dengan dukungan armada dari BPBD Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Banyumas, serta bantuan Kodim 0701 Banyumas. Operasional pengiriman berlangsung hampir tanpa henti untuk mengejar kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah.
Rata-rata distribusi mencapai 25 ritase per hari, dengan kapasitas sekitar 5.000 liter untuk setiap ritase. BPBD juga memanfaatkan sumber air yang masih tersedia di sejumlah wilayah untuk membantu daerah yang tidak terjangkau layanan PDAM, tanpa mengganggu pasokan bagi pelanggan lainnya.

Abdul Lajis menambahkan, keterbatasan sarana penampungan air turut menjadi tantangan. Untuk sementara, BPBD menyalurkan terpal sebagai alternatif penampungan di sejumlah lokasi yang kehabisan persediaan wadah air.
Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan kondisi kekeringan tahun ini lebih parah dibandingkan 2023. Pada tahun tersebut, tercatat 81 desa terdampak kekurangan air bersih. Kini, jumlah wilayah terdampak telah melampaui angka tersebut dan diperkirakan lebih dari 92 desa.
“Pada 2023 hanya 81 desa terdampak kekurangan air bersih. Tahun ini sudah lebih dari 92 desa terdampak,” ujar Sadewo seusai mengikuti salat istiska di Alun-alun Purwokerto, Senin (12/10/2026).
Sadewo mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijaksana. Pemerintah daerah juga menyiapkan langkah jangka panjang melalui survei lokasi penampungan air dan pembangunan sumur bor secara bertahap, dengan dukungan TNI.
Salat istisqa yang digelar bersama masyarakat menjadi salah satu ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan. Di sisi lain, pemerintah tetap mengupayakan distribusi air bersih dan penguatan sumber air agar kebutuhan warga dapat terpenuhi selama kemarau berlangsung.