Kekeringan Meluas, BPBD Banyumas Salurkan 3,6 Juta Liter Air Bersih

Kekeringan Meluas, BPBD Banyumas Salurkan 3,6 Juta Liter Air Bersih
Warga terdampak kekeringan, antri menunggu distribusi air bersih yang disalurkan BPBD kabupaten Banyumas. (Foto : BPBD Banyumas).

Banyumas-Spektroom : Dampak kekeringan di Kabupaten Banyumas terus meluas. Hingga 12 September 2026, sebanyak 62 desa/kelurahan di 19 kecamatan tercatat terdampak kekeringan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Banyumas, Abdul Lajis, mengatakan kondisi tersebut berdampak terhadap 14.737 kepala keluarga atau 51.534 jiwa. Selain permukiman warga, sebanyak 13 fasilitas umum juga tercatat terdampak.

“Data terakhir, ada 62 desa yang tersebar di 19 kecamatan terdampak kekeringan,” kata Abdul Lajis.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, BPBD Banyumas terus melakukan distribusi air bersih ke sejumlah wilayah terdampak. Hingga 12 September, pengiriman telah mencapai 712 ritase, dengan total air bersih yang disalurkan sekitar 3.616.000 liter.

Menurut Abdul Lajis, distribusi dilakukan secara bertahap berdasarkan kebutuhan dan kondisi masing-masing wilayah. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan sumber air tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Warga terdampak kekurangan air bersih membuat kolam darurat untuk menampung air bersih. (Foto BPBD Banyumas).

Wilayah terdampak tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Karanglewas, Purwokerto Timur, Purwokerto Selatan, Sumpiuh, Kebasen, Cilongok, Patikraja, Lumbir, Wangon, Somagede dan Ajibarang.

Di sisi lain, musim kemarau juga meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Data Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla Kabupaten Banyumas mencatat luasan lahan yang terdampak karhutla mencapai sekitar 32,508 hektare.

Abdul Lajis mengatakan penanganan kekeringan dan karhutla dilakukan secara bersamaan karena keduanya menjadi persoalan yang meningkat selama musim kemarau.

BPBD bersama pemerintah desa, kecamatan, TNI-Polri, relawan dan berbagai pihak terus melakukan penanganan di lapangan. Selain distribusi air bersih, masyarakat juga diimbau menghemat penggunaan air serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan.

Dengan jumlah warga terdampak yang telah mencapai lebih dari 51 ribu jiwa, distribusi air bersih diperkirakan masih akan terus dilakukan selama kondisi kemarau belum berakhir.

Berita terkait

TPID Provinsi Lampung Ikuti Secara Virtual Rakor TPID Dari Command Center Diskominfotik Lampung

TPID Provinsi Lampung Ikuti Secara Virtual Rakor TPID Dari Command Center Diskominfotik Lampung

Bandarlampung - Spektroom: Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung dipimpin Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum & Politik Yayan Ruchyansah mengikuti secara daring Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2026. Rakor TPID tersebut dirangkai dengan Pembahasan Verifikasi dan Validasi Terkait KDMP Serta Penandatanganan Surat Keputusan Bersama Ruang Bersama

Anggoro AP