Kekeringan Tiga Pekan, Ribuan Hektare Sawah di Pati Terancam Puso
Pati-Spektroom : Kekeringan yang melanda Kabupaten Pati dalam tiga pekan terakhir mulai mengancam tanaman padi di sejumlah wilayah.
Debit Sungai Juwana yang selama ini menjadi sumber utama pengairan sawah mengalami penyusutan signifikan.
Ketua Serikat Petani Pati, Kamlan, mengatakan sedikitnya empat kecamatan terdampak kondisi tersebut, yakni Margorejo, Gabus, Pati, dan Jakenan. Tanaman padi yang membutuhkan pasokan air memiliki usia beragam, mulai dari satu pekan hingga menjelang masa panen.
“Ada ribuan hektare tanaman padi yang masih membutuhkan pengairan dari Sungai Juwana. Usianya kisaran satu minggu sampai menjelang panen,” ujar Kamlan, Sabtu (22/8/2026).
Menurutnya, potensi gagal panen atau puso akan semakin besar apabila kekeringan terus berlangsung hingga tanaman memasuki masa panen. Kondisi tahun ini juga dinilai lebih parah dibandingkan dua tahun sebelumnya.
“Kalau sampai menjelang panen tidak ada air, itu jelas sangat dimungkinkan puso karena kekeringan. Untuk tahun kemarin, bulan ini masih ada air di Sungai Juwana,” katanya.
Para petani berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menyelamatkan tanaman dengan menggelontorkan air dari Waduk Kedungombo dan Waduk Logung ke jaringan irigasi yang membutuhkan.
Selain pasokan air waduk, petani juga berharap hujan segera turun untuk membantu memenuhi kebutuhan air tanaman yang mulai mengalami kekeringan.
Serikat Petani Pati mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret guna mencegah meluasnya dampak kekeringan dan kerugian besar yang berpotensi dialami petani. (Ap)