Trending

Kelurahan Karet Semanggi Dorong Warga Kelola Sampah Organik dari Rumah

Kelurahan Karet Semanggi Dorong Warga Kelola Sampah Organik dari Rumah
Kelurahan Karet Semanggi menggelar sosialisasi pemilahan dan pengelolaan sampah di Aula Kantor Kelurahan Karet Semanggi, Kecamatan Setiabudi. (Foto: spektroom).

Jakarta - Spektroom : Kelurahan Karet Semanggi menggelar sosialisasi pemilahan dan pengelolaan sampah di Aula Kantor Kelurahan Karet Semanggi, Kecamatan Setiabudi, Kamis (4/6/2026).

Pada kegiatan tersebut, warga didorong untuk mulai mengelola sampah organik secara mandiri dari rumah, guna mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Lurah Karet Semanggi, Purwati, mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur (Ingub) DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.
Menurutnya, kebijakan pengelolaan sampah akan diperketat mulai 1 Agustus 2026, di mana TPST Bantargebang hanya akan menerima sampah residu.

“Ini menjadi upaya pengurangan sampah dari sumbernya. Masyarakat harus memahami jenis sampah residu yang nantinya menjadi satu-satunya sampah yang dapat dikirim ke Bantargebang,” ujarnya.

Purwati, menjelaskan, sosialisasi yang menghadirkan narasumber dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan tersebut tidak hanya menyasar pengurus RT/RW, tetapi juga petugas pengangkut sampah menggunakan gerobak. Ia, menilai persoalan sampah bukan semata tanggung jawab petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab bersama seluruh warga sebagai penghasil sampah.

“Solusi utamanya adalah pengelolaan sampah dari rumah. Sampah organik seperti sisa makanan dan sayuran sebaiknya diolah secara mandiri sehingga dapat mengurangi beban petugas pengangkutan sampah,” katanya.

Sementara itu, Staf Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan Setiabudi, Atin Supriyatna, mengungkapkan kapasitas TPST Bantargebang saat ini semakin terbatas. Jika sebelumnya mampu menerima sekitar 30 truk sampah per hari dari wilayah tertentu, kini hanya sekitar 10 truk yang dapat ditampung.

Dirinya, mengimbau warga untuk memilah sampah residu seperti popok bayi, tisu, pembalut, dan styrofoam dari jenis sampah lainnya. Adapun sampah yang masih memiliki nilai ekonomi, seperti kertas, kardus, botol plastik, dan kaleng minuman, dapat disalurkan melalui bank sampah.

“Kami juga berencana melakukan edukasi dari pintu ke pintu. Jika pengurus RW bersedia, kami siap memberikan pendampingan langsung kepada warga terkait cara pengolahan sampah yang sederhana dan mudah diterapkan,” tandasnya.

Berita terkait

Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jakarta - Spektroom: Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan pentingnya membangun ekosistem usaha yang mampu mempersiapkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Lampung untuk menembus pasar global. Selain meningkatkan kualitas produk, UMKM perlu memiliki pola pikir global, akses pasar, pembiayaan, pemenuhan standar, serta kapasitas produksi yang konsisten untuk memenuhi kebutuhan ekspor

Anggoro AP
Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Padang-Spektroom : Sebanyak 118 pasal dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Keolahragaan Sumatera Barat mulai dikaji secara terperinci oleh Komisi V DPRD Sumbar bersama mitra kerja. Pembahasan diarahkan untuk menghasilkan regulasi yang memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat pembinaan olahraga di daerah. Pembahasan berlangsung alot melalui rapat kerja di Ruang

Rafles