Kemen PU Ganti Jembatan Apung Sungai Wulan dengan Jembatan Gantung
Kudus –Spemtroom : Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun Jembatan Gantung Setrokalangan sebagai pengganti jembatan apung yang selama ini menjadi akses penyeberangan warga antara Desa Setrokalangan, Kabupaten Kudus, dan Desa Kedungwaru, Kabupaten Demak. Pembangunan jembatan gantung diharapkan dapat meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus menjaga keselamatan warga saat menyeberangi Sungai Wulan di perbatasan Kudus-Demak, Jawa Tengah.
Jembatan Gantung Setrokalangan dibangun untuk menghadirkan akses yang lebih aman dan andal bagi masyarakat yang sebelumnya mengandalkan jembatan apung dengan sistem tambatan perahu untuk menyeberangi Sungai Wulan. Penggunaan jembatan apung memiliki keterbatasan karena tidak dapat beroperasi secara optimal ketika terjadi banjir atau peningkatan debit Sungai Wulan.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan jembatan gantung menjadi salah satu solusi untuk membuka akses masyarakat di wilayah yang memiliki keterbatasan konektivitas.
“Jembatan gantung memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Mobilitas menjadi lebih mudah, distribusi hasil pertanian lebih lancar, dan akses terhadap layanan publik semakin terbuka,” kata Menteri Dody di Jakarta, Kamis ( 3/9/2026).
Jembatan Gantung Setrokalangan memiliki panjang keseluruhan sekitar 180 meter, dengan bentang efektif sekitar 120 meter dan lebar sekitar 2 meter. Jembatan tersebut diperuntukkan bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua, sehingga diharapkan dapat memperlancar aktivitas harian masyarakat kedua desa.

Pembangunan Jembatan Setrokalangan dirancang dengan mempertimbangkan karakteristik Sungai Wulan, termasuk elevasi jembatan berada sekitar 3–4 meter dari muka air pada saat debit puncak serta memperhitungkan potensi sedimentasi sekitar 10–20 sentimeter. Pertimbangan teknis tersebut dilakukan untuk memastikan jembatan dapat berfungsi secara aman dan optimal sesuai kondisi lingkungan di lokasi.
Pembangunan Jembatan Setrokalangan dilaksanakan secara paralel dengan pekerjaan normalisasi Sungai Wulan yang dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air yang didanai melalui loan Asian Development Bank (ADB). Pekerjaan normalisasi Sungai Wulan ditargetkan selesai pada akhir 2026.
Kehadiran Jembatan Gantung Setrokalangan diharapkan tidak hanya mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap jembatan apung dan tambatan perahu sebagai akses penyeberangan, tetapi juga memperkuat konektivitas wilayah Kudus dan Demak.
Pembangunan Jembatan Gantung Setrokalangan ditetapkan melalui evaluasi teknis dan survei lapangan dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan masyarakat, kondisi keterisolasian wilayah, akses transportasi, serta potensi manfaat ekonomi yang dapat dihasilkan.