Pemko Sawahlunto dan Kodim 0310/SS Teken MoU TMMD ke-130, Rp1,4 Miliar Disiapkan
Sawahlunto—Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto bersama Kodim 0310/SS meneguhkan kolaborasi pembangunan desa melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun 2026.
MoU ditandatangani Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra dan Dandim 0310/SS Letkol Inf. Dicky Sakti Maulana dalam Rapat Koordinasi TMMD di Ruang Rapat Balaikota Sawahlunto, Kamis (3/9/2026).
Program TMMD tersebut dijadwalkan berlangsung selama 4 Oktober hingga 6 November 2026 dan dipusatkan di tiga desa, yakni Desa Batu Tanjung, Desa Datar Mansiang, dan Desa Tumpuk Tangah.
Pemerintah Kota Sawahlunto menyiapkan dukungan anggaran sekitar Rp1,4 miliar untuk pelaksanaan sasaran fisik dan nonfisik.
Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra mengatakan, TMMD menjadi salah satu bentuk konkret sinergi pemerintah daerah dengan TNI dalam mempercepat pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Menurut Riyanda, pembangunan daerah tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah daerah. Keterlibatan TNI, pemerintah desa, instansi vertikal dan masyarakat diperlukan agar program yang dijalankan memiliki dampak lebih luas.
“TMMD bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun semangat kebersamaan dan gotong royong. Kolaborasi semua pihak menjadi kunci agar program ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Riyanda.
Ia berharap pelaksanaan TMMD di tiga desa tersebut dapat menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat.
Selain pembangunan fisik, pemerintah juga mendorong agar kegiatan nonfisik menyentuh aspek kesehatan, pendidikan, wawasan kebangsaan serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gotong royong.
Dandim 0310/SS Letkol Inf. Dicky Sakti Maulana mengatakan, penandatanganan MoU menjadi landasan penting untuk memastikan pelaksanaan TMMD berjalan terkoordinasi antara TNI, pemerintah daerah dan seluruh unsur yang terlibat.
Menurut dia, TMMD merupakan program lintas sektoral yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan sarana dan prasarana, tetapi juga membangun kedekatan antara TNI dan masyarakat.
“TMMD adalah bentuk nyata sinergi TNI dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Karena itu, keberhasilannya sangat bergantung pada koordinasi dan partisipasi seluruh pihak,” kata Dicky.
Ia menambahkan, pelaksanaan TMMD di tiga desa akan diarahkan pada sasaran yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat. Untuk itu, koordinasi sejak tahap persiapan diperlukan agar kegiatan fisik maupun nonfisik dapat berjalan sesuai target.
Program TMMD sendiri dirancang untuk mempercepat pembangunan di wilayah perdesaan sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Dalam pelaksanaannya, TNI bekerja bersama pemerintah daerah, pemerintah desa, instansi terkait dan masyarakat.
Sasaran fisik antara lain mencakup pembangunan atau peningkatan infrastruktur jalan, sarana umum dan fasilitas desa. Sementara sasaran nonfisik diarahkan pada peningkatan wawasan kebangsaan, kesehatan, pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Dengan dukungan anggaran Rp1,4 miliar dari Pemko Sawahlunto dan keterlibatan berbagai unsur, program tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur, tetapi meninggalkan manfaat sosial yang berkelanjutan. (Ris1)