Kemenag dan Lapas Narkotika Sawahlunto Perkuat Pembinaan Rohani, Bekali Warga Binaan Siap Kembali ke Masyarakat

Kemenag dan Lapas Narkotika Sawahlunto Perkuat Pembinaan Rohani, Bekali Warga Binaan Siap Kembali ke Masyarakat
Kemenag Sawahlunto dan Lapas Narkotika Perbarui Kerja Sama Pembinaan Kerohanian Warga Binaan. (Foto humas kemenag swl)

Sawahlunto– Spektroom : Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sawahlunto dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas III Sawahlunto memperkuat sinergi pembinaan warga binaan dengan memperbarui Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang optimalisasi program pembinaan kerohanian. Penandatanganan kesepakatan berlangsung di Lapas Narkotika Kelas III Sawahlunto, Selasa (30/6/2026).

Perjanjian kerja sama ditandatangani langsung oleh Kepala Lapas Narkotika Kelas III Sawahlunto, Ressy Setiawan, bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.M. Pembaruan PKS tersebut merupakan kelanjutan dari program pembinaan keagamaan yang selama ini telah berjalan sebagai bagian dari pembinaan karakter dan mental spiritual warga binaan.

Kepala Kantor Kemenag Kota Sawahlunto, Zulkifli, menegaskan pembinaan keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter warga binaan agar memiliki bekal moral dan spiritual ketika kembali ke tengah masyarakat.

"Kami merasa bangga dapat mengambil bagian dalam pembinaan warga binaan di Lapas. Ini merupakan bentuk nyata amar ma'ruf nahi mungkar melalui pembinaan keagamaan agar mereka memiliki bekal spiritual untuk menjalani kehidupan yang lebih baik," ujar Zulkifli.

Ia menjelaskan, pembinaan kerohanian tidak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman keagamaan, tetapi juga membangun kesadaran diri, memperbaiki perilaku, serta menumbuhkan harapan bagi warga binaan untuk memulai kehidupan baru setelah menyelesaikan masa pidana.

Sementara itu, Kepala Lapas Narkotika Kelas III Sawahlunto, Ressy Setiawan, mengapresiasi komitmen Kementerian Agama yang secara konsisten menghadirkan penyuluhan dan pembinaan keagamaan bagi warga binaan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Agama Kota Sawahlunto yang terus mendampingi warga binaan melalui berbagai kegiatan pembinaan keagamaan. Kami berharap kerja sama ini semakin memperkuat pembinaan karakter dan spiritual warga binaan," kata Ressy.

Menurutnya, pembinaan keagamaan merupakan salah satu pilar penting dalam sistem pemasyarakatan karena mampu membangun karakter, meningkatkan kesadaran hukum, sekaligus mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali menjalankan fungsi sosialnya secara positif setelah bebas.

Dalam kesempatan tersebut, Ressy juga menyerahkan cendera mata berupa kain batik hasil karya warga binaan kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto sebagai bentuk apresiasi atas sinergi yang telah terjalin.

Penyerahan batik tersebut menjadi simbol bahwa proses pembinaan di Lapas tidak hanya menitikberatkan pada pembinaan mental dan spiritual, tetapi juga mendorong pengembangan keterampilan serta kreativitas warga binaan sebagai bekal untuk hidup mandiri setelah kembali ke masyarakat.

Melalui pembaruan Perjanjian Kerja Sama ini, Kementerian Agama Kota Sawahlunto dan Lapas Narkotika Kelas III Sawahlunto berharap program pembinaan kerohanian dapat berjalan lebih optimal, berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata dalam mendukung rehabilitasi dan pembentukan karakter warga binaan sesuai tujuan sistem pemasyarakatan nasional.(Ris1)

Berita terkait

1.122 Personel Polda Kalbar Naik Pangkat, Kapolda: Makin Tinggi Pangkat, Makin Besar Tanggung Jawab

1.122 Personel Polda Kalbar Naik Pangkat, Kapolda: Makin Tinggi Pangkat, Makin Besar Tanggung Jawab

Pontianak-Spektroom : Momen Hari Bhayangkara ke-80 menjadi kebanggaan tersendiri bagi ribuan personel Kepolisian Daerah Kalimantan Barat. Sebanyak 1.122 personel Polri dan PNS Polri resmi menerima kenaikan pangkat dalam upacara yang digelar di Lapangan Jananuraga Polda Kalbar, Selasa (1/7/2026). Suasana haru dan penuh syukur mewarnai prosesi tersebut. Tidak sedikit

Apolonius Welly, Rafles