Kemenag dan Polda Malut Laksanakan Subuh Keliling, Ajak Warga Jaga Persatuan Umat
Sofifi-Spektroom : Masjid didorong tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang membangun kepedulian dan kerukunan masyarakat, pesan tersebut disampaikan pada kegiatan Subuh Keliling Kanwil Kemenag Maluku Utara bersama Polda Maluku Utara di Masjid At-Takwa, Desa Galala, Sofifi, Selasa (15/9/2026).
Direktur Binmas Polda Maluku Utara Kombes Pol. Muhammad Irvan mengatakan, Subuh Keliling menjadi ruang untuk mempererat silaturahim sekaligus mengajak masyarakat bersama-sama meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT dan memperbanyak kebaikan.
Ia menjelaskan, pesan tentang kebaikan dan ajakan mempererat silaturahim sebenarnya dapat disampaikan kapan saja. Namun, waktu subuh dipilih karena menjadi momentum untuk bertemu dengan jamaah yang memiliki kemauan kuat melangkahkan kaki ke masjid.
Menurutnya, jamaah yang hadir dalam salat subuh memiliki potensi menjadi penggerak kebaikan di tengah masyarakat. Mereka diharapkan tidak hanya membawa kebaikan untuk diri sendiri, tetapi juga menjadi pionir yang mengajak keluarga, tetangga, dan lingkungan sekitarnya untuk bersama-sama menebarkan kebaikan.
“Jamaah subuh yang sudah mudah melaksanakan agama ini kami harapkan bisa menjadi pionir untuk menyebarkan kebaikan kepada masyarakat. kita adalah keluarga, sehingga berkewajiban mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama taat kepada Allah SWT dan berbuat kebaikan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Maluku Utara, H. Samsuddin Fatahuddin, mengajak masyarakat lebih selektif dalam menerima dan menyampaikan informasi yang berpotensi memecah persatuan. Ia mengingatkan agar informasi yang belum jelas kebenarannya tidak mudah diteruskan karena dapat memicu kesalahpahaman dan mengganggu kerukunan.
“Perbedaan itu sunatullah. Karena itu, perbedaan jangan menjadi alasan untuk saling menjauh atau memecah persatuan. Justru perbedaan harus menjadi kekuatan untuk saling menghargai dan hidup berdampingan,” ujarnya.
H. Samsuddin juga mendorong agar masjid tidak hanya dipandang sebagai tempat melaksanakan salat, tetapi dikembangkan sebagai pusat pembinaan umat. Menurutnya, masjid memiliki peran strategis dalam membangun kesalehan individual sekaligus kesalehan sosial melalui kepedulian, persaudaraan, toleransi, dan gotong royong.
“Semoga melalui kegiatan seperti ini kita sebagai pemerintah bisa membangun langkah bersama masyarakat untuk menjaga kerukunan umat serta membangun daerah yang kita cintai ini,” pungkasnya.