Kemenag Sawahlunto Perkuat Program Sedekah ASN Terintegrasi, GaSS BaRO Himpun Rp167 Juta untuk Madrasah
Sawahlunto-Spektroom : Dari Sedekah Subuh hingga Wakaf Produktif, Kemenag Sawahlunto Kuatkan Ekosistem Filantropi ASN—Dana Ratusan Juta Rupiah Sudah Terkumpul, UMKM Lokal Tembus Pasar Global
Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sawahlunto terus memperkuat tata kelola filantropi ASN melalui Program Sedekah Harian ASN Terintegrasi (Sehati). Upaya ini dibahas dalam kegiatan yang digelar pada Selasa (7/4/2026), sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas penghimpunan dan penyaluran dana sosial ke sektor pendidikan, khususnya madrasah.
Penanggung jawab kegiatan, Ning Subekti, menjelaskan bahwa forum tersebut difokuskan pada penyusunan mekanisme teknis pelaksanaan program Sehati agar berjalan lebih sistematis, terarah, dan berdampak nyata. Selain itu, agenda juga mencakup penentuan waktu pelaksanaan yang optimal serta evaluasi program GaSS BaRO (Gerakan Sedekah Subuh Barokah Sawahlunto).
“Evaluasi ini penting agar GaSS BaRO tidak hanya berjalan rutin, tetapi benar-benar memberikan dampak signifikan bagi siswa madrasah,” ujar Ning Subekti.
Dalam kegiatan tersebut, Kemenag Sawahlunto juga memberikan penghargaan kepada pengelola GaSS BaRO yang aktif sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi dalam menjalankan program sosial berbasis komunitas ASN tersebut.
Tak hanya itu, peserta juga mendapatkan sosialisasi terkait Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kemenag Nomor 31 Tahun 2025 tentang pelaksanaan wakaf uang ASN dalam rangka penguatan wakaf produktif. Kebijakan ini diharapkan menjadi instrumen tambahan dalam memperluas manfaat ekonomi umat melalui pengelolaan dana yang berkelanjutan.
Kegiatan ini turut menghadirkan pelaku UMKM binaan Kemenag, yakni Penjahit Sejoli dari Desa Sikalang. Kehadiran UMKM ini menjadi bagian dari upaya integrasi program sosial dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pengelola UMKM Penjahit Sejoli, Yunimar, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Kemenag. Ia berharap pembinaan dapat terus berlanjut agar kapasitas usaha semakin berkembang.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan. Harapannya ke depan ada program pembinaan berkelanjutan sehingga usaha kami bisa terus tumbuh,” ungkap Yunimar.
Ia juga mengungkapkan bahwa produk Penjahit Sejoli kini telah berhasil menembus pasar internasional.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Sawahlunto, Dr. H. Dedi Wandra, M.A, dalam sambutannya mengungkapkan capaian signifikan program GaSS BaRO sepanjang 2025.
Menurutnya, dana yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp167 juta, yang telah dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan pendidikan di madrasah.
“Meski capaian ini cukup baik, kami melihat potensi yang masih sangat besar dan belum tergarap optimal. Karena itu, melalui program Sehati, kita ingin mengelola sedekah ASN secara lebih terintegrasi dan profesional,” jelas Dedi Wandra.
Ia menambahkan, program Sehati terinspirasi dari hasil studi banding ke lembaga pengelola zakat di DKI Jakarta yang menunjukkan potensi besar dalam penghimpunan dana ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah). Dengan sistem yang lebih terstruktur, diharapkan kontribusi ASN dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Dengan sinergi antara sedekah ASN, wakaf produktif, serta pemberdayaan UMKM, Kemenag Sawahlunto optimistis mampu membangun ekosistem filantropi yang tidak hanya kuat secara finansial, tetapi juga berdaya ungkit tinggi bagi kesejahteraan umat dan kemajuan pendidikan madrasah. (Ris1)