Trending

Kemendukbangga/ BKKBN Malut Pastikan Ketersediaan dan Perkuat Tata Kelola Alokon di Halmahera Timur

Kemendukbangga/ BKKBN Malut Pastikan Ketersediaan dan Perkuat Tata Kelola Alokon di Halmahera Timur
Forum Penguatan Sistem Tata Kelola Alokon yang digelar di Maba, Kabupaten Halmahera Timur (Foto:Spektroom/Syarif)

Maba-Spektroom : Sebagai tindak lanjut Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Penguatan Pencatatan dan Pelaporan Pelayanan Kontrasepsi serta respons atas temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN (Kemendukbangga/ BKKBN) Provinsi Maluku Utara memperkuat tata kelola Alat dan Obat Kontrasepsi (Alokon) di Kabupaten Halmahera Timur, Kamis (24/9/2026).

Penguatan tersebut dilakukan melalui Forum Penguatan Sistem Tata Kelola Alokon yang digelar di Maba, Kabupaten Halmahera Timur. Forum di Halmahera Timur ini merupakan forum ketiga, setelah sebelumnya dilaksanakan di Kabupaten Halmahera Utara dan Halmahera Barat.

Kegiatan ini melibatkan lintas sektor, yakni Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Sofifi, Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Timur, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Halmahera Timur, serta para pengelola program dan pengelola gudang Alokon. Plt. Kepala Perwakilan

Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Maluku Utara, Ansar Djainahu, S.Sos, pada kegiatan tersebut menegaskan bahwa tata kelola Alokon yang akuntabel, transparan, dan tertelusur menjadi kunci pelayanan Keluarga Berencana (KB) yang berkualitas.

"Forum ini adalah tindak lanjut konkret atas temuan BPK yang masih menemukan adanya Alokon kedaluwarsa, distribusi yang tidak merata, pencatatan dan pelaporan yang belum tertib, serta disparitas data stok antara pusat dan daerah pada aplikasi SIRIKA. Karena itu, kita harus satu persepsi dan satu data untuk memastikan tidak ada kekosongan Alokon di lapangan," tegas Ansar.

Penegasan serupa disampaikan Ketua Tim Kerja Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) Perwakilan Kemendukbangga/ BKKBN Maluku Utara, Wahyudi, SE., M.Si. Ia menekankan penguatan tata kelola harus dilakukan secara menyeluruh dan sistematis.

"Pengelolaan Alokon tidak boleh parsial. Harus end-to-end, mulai dari perencanaan kebutuhan yang akurat berbasis data, pengadaan, penyimpanan yang sesuai standar, distribusi yang tepat sasaran, hingga pencatatan dan pelaporan yang disiplin melalui SIRIKA," jelas Wahyudi.

Kepala Dinas DP2KBP3A Kabupaten Halmahera Timur, Ihwan, SKM., MM, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Halmahera Timur sebagai lokus kegiatan.

"Kami berterima kasih atas penetapan Haltim sebagai lokus kegiatan ini. Memang ada beberapa bidan yang tidak bisa hadir karena rentang kendali yang jauh, namun seluruh Penyuluh KB dan Petugas Lapangan KB (PKB/PLKB) wajib hadir. Karena ini sudah menjadi temuan BPK, maka harus segera kita selesaikan," tegas Ihwan.

Komitmen penguatan mutu juga disampaikan Perwakilan Badan POM Provinsi Maluku Utara di Sofifi Hasymi Marsaoly, SKM, yang membawakan materi Kebijakan Pengawasan Mutu, Keamanan, dan Distribusi Alokon. Ia mengaitkan kegiatan ini dengan Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya Asta Cita ke-4 tentang pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

"Petugas di lini terdepan harus memahami betul cara penyimpanan, penandaan, dan penelusuran Alokon untuk menjamin mutu, keamanan, khasiat, serta ketertelusuran produk. Ini adalah bentuk perlindungan bagi masyarakat sebagai pengguna," ujarnya.

Sementara itu, Penanggung Jawab Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Timur, Apt. Hairini Muhammad, S.Farm, menegaskan tujuan akhir dari kolaborasi lintas sektor ini. "Tujuan akhirnya adalah memastikan ketersediaan Alokon yang memadai, aman, berkualitas, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Halmahera Timur tanpa terkecuali," ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut forum, kegiatan dilanjutkan dengan monitoring dan supervisi bersama ke Gudang Alokon Kabupaten Halmahera Timur untuk memastikan kelayakan sarana penyimpanan, penataan stok, serta sistem pencatatan dan pelaporan. Untuk keberlanjutan, Badan POM Provinsi Maluku Utara di Sofifi bersama Loka POM di Pulau Morotai berkomitmen memberikan pendampingan intensif bagi pengajuan Sertifikasi Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) untuk seluruh gudang Alokon di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota se-Maluku Utara.

Melalui forum ini, Kemendukbangga/ BKKBN Maluku Utara berharap tata kelola Alokon semakin akuntabel dan pelayanan KB di Maluku Utara semakin optimal dalam mendukung pembangunan keluarga berkualitas.

Berita terkait

Sleman Gandeng Lanud Adisutjipto Kembangkan Peternakan Domba dan Kebun Jeruk

Sleman Gandeng Lanud Adisutjipto Kembangkan Peternakan Domba dan Kebun Jeruk

SLEMAN – Spektroom : Pemanfaatan lahan kosong menjadi kawasan produktif menjadi salah satu upaya mendukung ketahanan pangan. Pemerintah Kabupaten Sleman mendorong langkah tersebut melalui kolaborasi dengan Lanud Adisutjipto yang mengembangkan peternakan domba dan kebun jeruk di kawasan Adisutjipto Shooting Range, Kamis (15/10/2026). Bupati Sleman Harda Kiswaya menghadiri peresmian peternakan domba

Fatmawaty, Bian Pamungkas
Bupati Banyumas Jajaki Kerja Sama dengan Iran, dari Alat Kesehatan hingga Pertukaran Pelajar

Bupati Banyumas Jajaki Kerja Sama dengan Iran, dari Alat Kesehatan hingga Pertukaran Pelajar

Purwikerto-Spektroom : Pemerintah Kabupaten Banyumas menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Republik Islam Iran di sejumlah sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, kebudayaan, hingga olahraga. Penjajakan ini juga mencakup rencana hibah alat kesehatan untuk mendukung pembangunan rumah sakit di Purwokerto serta pembangunan tempat ibadah. Dalam keterangan tertulisnya, Kamis, (15/10/2026), peluang

Bian Pamungkas
Pemprov DKI dan Polda Metro Jaya Perkuat Sinergi di Berbagai Aspek

Pemprov DKI dan Polda Metro Jaya Perkuat Sinergi di Berbagai Aspek

Jakarta-Spektroom : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat kolaborasi dengan Polda Metro Jaya, untuk meningkatkan keamanan, mendukung kesejahteraan masyarakat, serta membuka peluang kerja. Sinergi tersebut juga diarahkan pada penataan kawasan yang membutuhkan perhatian khusus, termasuk wilayah rawan transaksi narkoba di Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan dukungan pemerintah daerah terhadap

Irvan Idris Saleh, Julianto