Kementerian PU Pastikan Akses Jalan Tarutung–Sibolga Sudah Dapat Dilalui
Tapanuli Utara – Spektroom : Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara melakukan penanganan tanggap darurat terhadap kejadian jalan amblas hingga terputus di STA 29+900, Ruas Batas Kabupaten Tapanuli Utara–Tapanuli Tengah, Ruas 1, Desa Sibalanga, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
Kejadian tersebut terjadi pada Jumat, (23/10) sekitar pukul 12.15 WIB, akibat intensitas hujan yang tinggi dan berlangsung dalam waktu lama. Kondisi tersebut diperberat oleh peningkatan volume kendaraan yang melintas di ruas Tarutung–Sibolga, menyusul kerusakan dan amblasnya ruas Tarutung–Sipirok yang menyebabkan pengalihan arus lalu lintas ke jalur detour.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan “Konektivitas adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Dalam kondisi bencana, yang terpenting adalah memastikan akses tetap terbuka agar mobilitas warga, bantuan kemanusiaan, dan distribusi logistik tidak terhenti,” kata Menteri Dody dalam berita tertulis ,Rabu (28/10/2026)
Lokasi longsoran berada di sisi area pekerjaan pembangunan Dinding Penahan Tanah (DPT) dengan fondasi bored pile yang sedang dalam tahap konstruksi. Curah hujan yang tinggi sejak siang hingga tengah malam mengakibatkan badan jalan detour mengalami amblas hingga terputus, sehingga jalur utama Tarutung–Sibolga tidak dapat dilalui untuk sementara waktu.
Dalam kejadian ini, tidak terdapat kendaraan yang terdampak langsung oleh longsoran dan tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Namun, terputusnya jalan menyebabkan terganggunya akses masyarakat dari kawasan Tarutung menuju Simpang Rampah.

Sebagai langkah penanganan darurat, BBPJN Sumatera Utara bersama kontraktor pelaksana PT Hutama Karya dan Satuan Lalu Lintas Polres Tapanuli Utara melakukan pekerjaan perbaikan badan jalan untuk memulihkan akses transportasi masyarakat.
Penanganan yang dilakukan meliputi penimbunan dan pemadatan material pada badan jalan serta pemasangan enam lembar pelat baja berukuran 2 x 1 meter. Untuk mendukung pekerjaan tersebut, dikerahkan 3 unit ekskavator, 1 unit vibro roller, dan 5 unit dump truck. Material yang digunakan dalam pekerjaan penanganan meliputi agregat Kelas A, urugan pilihan, pelat baja, 100 batang kayu cerucuk, serta 100 buah geobag.
Setelah pekerjaan penanganan darurat dilaksanakan, akses jalan berangsur pulih. Kendaraan roda empat berukuran kecil dilaporkan sudah dapat melintas pada malam hari, disusul kendaraan berukuran besar pada pukul 23.30 WIB.
Dalam pelaksanaannya, tim di lapangan menghadapi sejumlah kendala, antara lain keterbatasan ruang untuk melebarkan jalur detour akibat adanya dinding halaman rumah warga serta kepadatan kendaraan yang terjebak di sekitar lokasi, sehingga menghambat mobilisasi truk pengangkut material.
Kementerian PU mengimbau para pengguna jalan agar tetap berhati-hati saat melintasi lokasi penanganan, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan perjalanan.