Kendal Kekurangan 200 Kepala SD, Disdikbud Wacanakan Regrouping

Kendal Kekurangan 200 Kepala SD, Disdikbud Wacanakan Regrouping
Kepala Disdikbud Kabupaten Kendal Ferinando Rad Bonay, wacanakan regrouping, Kamis, 9 Juli 2026.(Foto: FR/Sigit)

Kendal-Spektroom: Kendal kekurangan 200 Kepala Sekolah SD dan berencana membentuk regrouping sekolah meski belum menjadi keputusan final.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay menanggapi adanya penolakan regrouping dari para orang tua wali murid.

Sebelumnya, para orang tua wali murid di SD Negeri Plantaran 3 Kaliwungu memprotes rencana regrouping. Wali murid menganggap regrouping bisa berdampak pada psikologis anak.

Ferinando menegaskan, regrouping ini bukan keputusan akhir, namun ada mekanisme lain sebelum nanti dilakukan regrouping.

Ferinando menerangkan, seandainya regrouping dilakukan, maka akan ada 60 kepala sekolah yang siap mengisi kekosongan jabatan.

"Dalam sistem regrouping itu, nantinya kepala sekolah akan mengemban tugas ganda menaungi 2 sekolah yang jaraknya berdekatan," ujar Ferinando, Kamis, 9 Juli 2026. Nantinya, mereka disiapkan untuk ditempatkan di sekolah yang masih kekurangan kepala sekolah.

"Jadi, kepala sekolah bisa mengisi kekosongan jabatan di sekolah yang lain," ujarnya.

Sementara, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Kendal, Dedy Ashari Setyawan juga memberi perhatian khusus terhadap rencana penggabungan sekolah oleh Disdikbud Kendal. Salah satu rencana penggabungan sekolah yang kini masih terus dibahas adalah di SDN 2 dan SDN 3 Plantaran Kaliwungu.

"Nantinya dalam skema tersebut, seluruh kelas tetap berjalan seperti sebelumnya. Apabila terdapat dua kelas pada jenjang tertentu, maka kedua kelas itu tetap dipertahankan," jelasnya.

Deddy pun meminta Disdikbud Kendal untuk memberikan sosialisasi dan penjelasan yang lebih intensif kepada masyarakat. Tujuannya, agar tidak terjadi kesalah pahaman mengenai kebijakan tersebut.

"Disdik perlu memberikan pemahaman kepada orang tua siswa, agar mereka mengetahui bahwa proses belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa. Hanya pengelolaannya yang disatukan," ujarnya. (Fr)

Berita terkait

Gandeng BKN, Menteri Dody Komitmen Wujudkan Good Governance di Kementerian PU

Gandeng BKN, Menteri Dody Komitmen Wujudkan Good Governance di Kementerian PU

Jakarta – Spektroom : Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo menegaskan komitmennya untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance di lingkungan Kementerian PU. Langkah ini diperkuat melalui kolaborasi bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) guna meningkatkan kualitas dan integritas aparatur sipil negara (ASN). Menteri Dody mengatakan kehadiran BKN sangat penting

Nurana Diah Dhayanti
Bak Tersambar Petir, PWI Kalteng Tempuh Jalur Hukum Usai Pernyataan Hotman Paris Dinilai Hina Profesi Wartawan

Bak Tersambar Petir, PWI Kalteng Tempuh Jalur Hukum Usai Pernyataan Hotman Paris Dinilai Hina Profesi Wartawan

Ketua PWI Kalteng, M Zaenal: "setiap pihak tetap menghormati profesi pers sebagai salah satu pilar demokrasi," Palangkaraya-Spektroom : Dunia jurnalistik terasa tersentak. Bagi banyak insan pers, pernyataan yang dilontarkan advokat nasional Hotman Paris Hutapea dinilai bukan sekadar kritik, tetapi telah menyentuh kehormatan profesi wartawan yang selama ini menjadi salah

Polin
APBD  Menjadi Instrumen Pembangunan yang Berdampak Nyata bagi Masyarakat NTB

APBD Menjadi Instrumen Pembangunan yang Berdampak Nyata bagi Masyarakat NTB

Mataram-Spektroom : Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bukan sekadar dokumen keuangan, melainkan instrumen utama untuk menghadirkan kesejahteraan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan mempercepat pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Gubernur NTB M.Iqbal mengungkapkan, pembahasan pertanggungjawaban APBD tidak hanya merupakan amanat peraturan perundang-undangan, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi

Marsam Putrangga, Rafles