Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta : Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Tinggalkan Pembelajaran Satu Arah

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta : Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Tinggalkan Pembelajaran Satu Arah
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dalam Seminar Hardiknas Menekankan Adanya Transformasi Ruang Kelas Meninggalkan Pembelajaran Satu Arah, dan Memanfaatkan AI sebagai Alat Bantu ( Selasa 12/05/2026, Dan )

Solo - Spektroom : Dalam Seminar Hari Pendidikan Nasional 2026 berthema "Peran Sekolah dalam Pemenuhan Capaian Pembelajaran dan Kualitas Layanan Pendidikan" yang digelar di Graha Wisata Niaga, Solo ( Selasa, 12/05/ 2026 ) terungkap adanya ekspetasi masyarakat akan kualitas pendidikan sehingga diperlukan adanya transformasi ruang kelas.

Sehingga, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariyatno, saat menjadi keynote speech berharap momentum Hardiknas menjadi alarm pengingat bagi sekolah untuk tidak lagi menggunakan cara lama, bahkan Sekolah harus mampu memangkas kesenjangan mutu dan menghadirkan atmosfer belajar yang lebih responsif serta profesional agar setiap orang tua merasa aman menitipkan masa depan anaknya.

Mengingat, generasi yang dihadapi pendidik sekarang ini generasi digital, sehingga guru dituntut mampu memgembangkan metode inovatif tidak lagi menggunakan pembelajaran satu arah atau ceramah.

"Kunci utama peningkatan kualitas ada di ruang kelas. Kita hadapi fenomena kejenuhan belajar karena siswa kita adalah generasi digital. Jika guru hanya memakai metode ceramah satu arah, antusiasme mereka akan padam. Peran sekolah krusial dalam menggerakkan guru mengembangkan metode inovatif," Tegas Dwi Ariyatno.

Teknologi informasi seperti platform digital hingga kecerdasan buatan (AI) tidak dapat dihindari apalagi dimusuhi, tetapi harus diintegrasikan secara bijak sebagai alat bantu pembelajaran.

Pemanfaatan teknologi harus diimbangi dengan karakter yang kuat agar tidak menjadi bumerang bagi tumbuh kembang anak.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Surakarta tengah menginisiasi kebijakan strategis melalui Surat Edaran (SE) Walikota mengenai jam wajib belajar di luar sekolah dan pengaturan waktu layar (screen time).

Kebijakan ini bertujuan mengembalikan fungsi kontrol orang tua dan mengalihkan durasi gawai pada aktivitas yang lebih produktif di dunia nyata.

Selain itu, guna meningkatkan kapasitas pendidik, Dinas Pendidikan Surakarta meluncurkan program 100 Jam Pelajaran (JP) pembelajaran daring bagi para guru.

Program diharapkan menjadi akses bagi tenaga pendidik untuk memperbarui kompetensi metodologi pembelajaran inovatif tanpa harus meninggalkan tugas mengajar di sekolah.

Dalam akhir paparannya Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta menekankan pada "Gerakan Dukungan Semesta", yakni gotong royong seluruh elemen mulai dari sekolah, orang tua, dunia industri, hingga perguruan tinggi.

Pembicara yang dihadirkan dalam seminar memperingati Hari Pendidikan Nasional Dekan FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Imam Sujadi, dan Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah, Tri Mulyani, yang memberikan paparan terkait standar mutu pendidikan. (Dan)

Berita terkait

ссс