Kepala SPPI Sinjai Klarifikasi soal Issue Makanan Basi di SPPG

Kepala SPPI Sinjai  Klarifikasi soal Issue Makanan Basi di SPPG
Kepala SPPI Sinjai Muhaimin Hamsan (Foto: SPPI Sinjai)

Spektroom - Pihak pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Sinjai memberikan klarifikasi resmi terkait keluhan sejumlah penerima manfaat mengenai kondisi menu makanan yang didistribusikan.

Langkah ini diambil menyusul adanya laporan mengenai kualitas lauk dan cara penyajian yang dinilai kurang optimal.

Sebelumnya, beredar kabar dari pihak sekolah yang menyebutkan adanya aroma tidak sedap pada lauk ayam serta pencampuran komponen makanan dalam wadah yang dianggap kurang hygienis.

Program nasional Presiden Prabowo Subianto ini pun sempat mendapat sorotan tajam terkait standar kualitas sajian di wilayah Sinjai Timur.

Menanggapi hal tersebut, penyelenggara Dapur MBG menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas gizi.

Sementara Kepala Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), pemimpin operasional yang bertugas mengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis., bertanggung jawab atas jaminan mutu (quality control), keamanan pangan, dan manajemen anggaran di setiap unit SPPG.

Kepala SPPI Sanjai Muhaimin Hamsah, membantah adanya unsur kesengajaan dalam menyajikan makanan yang tidak layak.

"Kami ingin mengklarifikasi bahwa tidak mungkin kami menyajikan makanan yang berbau apalagi busuk kepada anak-anak. Jika makanan berasal dari dapur dalam kondisi busuk apalagi basi, maka seluruh sekolah penerima pasti akan mengalami hal yang sama" tegas Muhaimin Hamsah dalam keterangan tertulisnya, Minggu (1/2/2026).

Namun, lanjutannya fakta di lapangan menunjukkan tidak ada satupun PIC sekolah yang melakukan keluhan terhadap SATGAS juga tidak ada satupun penerima manfaat yang mengalami keluhan kesehatan.

Muhaimin Hamsah menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan evaluasi mendalam pada tahap distribusi.

"Pada hari tersebut menu yang disajikan berkuah. Ada kemungkinan terjadi percampuran kuah dengan nasi atau buah di dalam wadah ompreng akibat guncangan selama distribusi di medan yang sulit. Inilah yang sedang kami identifikasi dan perbaiki," lanjutnya.

Hingga minggu (1/2/2026), pihak pengelola memastikan tidak ada laporan kasus keracunan makanan di seluruh titik distribusi dan tidak ada aduan dari PIC sekolah pada hari tersebut.

Merespons desakan dari pihak sekolah dan masyarakat mengenai transparansi pengelolaan, pengelola Dapur Sanjai berjanji akan melakukan perbaikan menyeluruh, mulai dari proses pengolahan di dapur hingga teknis pengemasan agar lebih higienis.(**).

Berita terkait

Sinergi KDKMP-KNMP Dorong Kesejahteraan Nelayan Melalui Ekosistem Usaha Terintegrasi

Sinergi KDKMP-KNMP Dorong Kesejahteraan Nelayan Melalui Ekosistem Usaha Terintegrasi

Jakarta - Spektroom :  Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah memastikan, Kementerian Koperasi (Kemenkop) berkomitmen memperkuat peran koperasi dalam mendukung percepatan pembangunan dan operasionalisasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui sinergi kelembagaan dan kemitraan usaha yang terintegrasi. “Langkah ini dijalankan untuk memastikan hasil laut dinikmati secara

Nurana Diah Dhayanti
Menkop Konsolidasikan Koperasi Banjarnegara, Operasional KDKMP Dipercepat

Menkop Konsolidasikan Koperasi Banjarnegara, Operasional KDKMP Dipercepat

Jakarta — Spektroom : Menkop meminta seluruh pengurus KDKMP Panerusan Wetan dan koperasi di Banjarnegara untuk segera bersiap menyambut tiga langkah konkret Kemenkop. Langkah pertama mencakup sosialisasi teknis mengenai mekanisme operasionalisasi unit usaha KDKMP di lapangan. Hal tersebut diungkapkan Menteri Koperasi Ferry Juliantono di Jakarta, Selasa ( 15/9/2026) membahas  hasil kunjungan

Nurana Diah Dhayanti
Siswa SMPN 2 Jember Wajib Setor Sampah Sebelum Pulang, Menanamkan Kebersihan Lingkungan Sejak Dini

Siswa SMPN 2 Jember Wajib Setor Sampah Sebelum Pulang, Menanamkan Kebersihan Lingkungan Sejak Dini

Jember-Spektroom : Kepala SMPN 2 Jember, Heru Wahyudi, S.Pd., M.Pd., mengatakan kepedulian terhadap lingkungan perlu dibangun melalui pembiasaan. Menurutnya, pendidikan lingkungan akan lebih bermakna apabila nilai-nilai yang diperoleh siswa di sekolah dapat diterapkan dalam kehidupan di luar sekolah. “Kami ingin kepedulian terhadap lingkungan menjadi kebiasaan, bukan sekadar kegiatan sesaat.

Budi Sucahyono, Julianto
Bakesbangpol Bekali 210 Mahasiswa Baru UM Jember Wawasan Kebangsaan Menuju Indonesia Emas 2045

Bakesbangpol Bekali 210 Mahasiswa Baru UM Jember Wawasan Kebangsaan Menuju Indonesia Emas 2045

Jember-Spektroom : Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember mendorong mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah (UM) Jember menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan, mampu menyikapi perbedaan, serta bertanggung jawab dalam menggunakan ruang digital. Pesan tersebut disampaikan Kepala Bakesbangpol Kabupaten Jember yang dalam kesempatan ini

Budi Sucahyono, Julianto
ссс