Kepri Jadi Contoh Daerah Kepulauan Kembangkan Pelayanan Masyarakat Terintegrasi

Kepri Jadi Contoh Daerah Kepulauan Kembangkan Pelayanan Masyarakat Terintegrasi
Pembina Posyandu Pusat Yane Adrian Bima Arya dan Pembina Posyandu Kepri Dewi Kumalasari bersama kader Posyandu. (Foto: Dskominfo)

Tanjungpinang-Spektroom : Asistensi Penguatan Posyandu Enam Bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Tahun 2026 digelar Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (22/7/2026) di Aula Wan Seri Beni, Dompak Tanjungpnang. SMP tersebut dilaksanakan bersama Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Fasilitasi Lembaga Kemasyarakatan dan Adat, Desa, PKK, serta Posyandu.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat transformasi Posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat yang mampu mengintegrasikan enam bidang SPM, yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat (trantibumlinmas), serta sosial.

Indonesia hingga saat ini memiliki 13.353 Posyandu yang telah terverifikasi dan teregistrasi. Sementara di Kepulauan Riau terdapat 1.398 Posyandu yang telah terverifikasi, dengan 238 Posyandu masih dalam proses verifikasi.

Pembina Kesekretariatan Posyandu Pusat, Yane Adrian Bima Arya, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau atas komitmennya dalam mendukung transformasi Posyandu.

Yane membacakan sambutan Pembina Umum Posyandu Pusat, Tito Karnavian, menyampaikan penghargaan kepada seluruh kader dan pengurus Posyandu di Kepulauan Riau atas dedikasi mereka dalam memberikan pelayanan di enam bidang SPM.

"Komitmen seluruh pihak ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Posyandu memiliki peran strategis dalam menghadirkan pelayanan dasar yang saling terintegrasi dan benar-benar dibutuhkan masyarakat," katanya.

Menurutnya, karakteristik Kepulauan Riau (Kepri) sebagai provinsi kepulauan menjadikan keberadaan Posyandu semakin penting agar pelayanan dasar dapat menjangkau masyarakat hingga ke wilayah-wilayah terluar.

Posyandu di Kepulauan Riau diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah kepulauan lainnya dalam mengembangkan pelayanan masyarakat yang terintegrasi.

"Keberhasilan transformasi Posyandu di Kepulauan Riau akan menjadi bukti nyata sinergi pemerintah, kader, dan masyarakat dalam menghadirkan pelayanan yang berkualitas dan berdampak langsung bagi masyarakat," ujarnya

Pembina Posyandu pusat menyerahkan bantuan kepada penerima yang membutukan(Foto:Diskominfo)

Sementara itu, Pembina Posyandu Provinsi Kepulauan Riau, Dewi Kumalasari, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Pembina Kesekretariatan Posyandu Pusat, Yane Adrian Bima Arya, beserta rombongan di Provinsi Kepri.

Menurut Dewi, transformasi Posyandu melalui penerapan enam bidang SPM diharapkan mampu memastikan pelayanan dasar dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

"Transformasi Posyandu yang mengintegrasikan enam bidang SPM diharapkan menjadi bukti bahwa pelayanan dasar pemerintah dapat diterima masyarakat secara lebih optimal," ujarnya.

Dewi menegaskan, kader Posyandu merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan enam bidang SPM tersebut. Melalui kegiatan asistensi ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, kader Posyandu, serta perangkat daerah yang membidangi enam sektor pelayanan dasar.

Posyandu ke depan tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga menjadi simpul pelayanan dasar masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, penyediaan air bersih dan sanitasi, penyediaan rumah layak huni dan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), peningkatan ketenteraman dan ketertiban masyarakat, hingga pelayanan kesejahteraan sosial.

"Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat berkomitmen terus memperkuat peran Posyandu agar mampu memberikan pelayanan yang semakin berkualitas kepada masyarakat," katanya.

Pembina Posyandu Kepri Dewi Kumalasari Ansar. (Foto: Diskominfo)

Dewi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader Posyandu di tujuh kabupaten/kota di Kepulauan Riau yang selama ini telah bekerja keras memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh kader Posyandu yang telah berupaya mewujudkan Posyandu yang berkualitas di setiap daerah," ujarnya.

Seluruh pemerintah daerah dan kader Posyandu diharapkan untuk mempercepat proses registrasi dan verifikasi agar seluruh Posyandu masuk ke dalam basis data nasional. Langkah ini penting untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan kapasitas kader, serta mendukung pengembangan Posyandu yang semakin profesional dan berkualitas.

Berita terkait

Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI Rp136 Juta untuk 211 Warga Rentan di Sawahlunto

Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI Rp136 Juta untuk 211 Warga Rentan di Sawahlunto

Sawahlunto–Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) senilai Rp136 juta kepada kelompok masyarakat rentan di Kota Sawahlunto. Penyaluran bantuan tersebut berlangsung pada Kamis (30/7/26) dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sawahlunto Rovanly Abdams, mewakili Wali Kota Sawahlunto. Program ATENSI

Riswan Idris, Rafles