Kepsek TK Pertiwi IV Serui: Didik Anak Usia Dini Butuh Kesabaran
Serui-Spektroom : Peningkatkan mutu pendidikan anak usia dini, sekaligus memberikan perhatian terhadap tumbuh kembang dan potensi setiap anak,.menjadi komitmen pengurus dan para guru Taman Kanak Kanak/Tk Pertiwi IV Serui.
Pada peringatan Hari Anak Nasional ke-42 Kamis, 23 Juli 2026, Kepala TK Pertiwi IV Serui, Astri Rosita Sarbini, mengatakan mendidik anak usia dini membutuhkan kesabaran, ketulusan, dan loyalitas yang tinggi.
Hal ini karena setiap anak datang dari latar belakang keluarga yang berbeda, sehingga membutuhkan pendekatan pendidikan yang disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan masing-masing dan itu harus jadi perhatian serta komitmen bersama.
"Dalam mengembangkan potensi dan bakat anak, pihak sekolah menerapkan berbagai program pendidikan yang mendekatkan anak dengan lingkungan sekitar. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu anak mengenali lingkungan sekaligus mengembangkan kemampuan, kreativitas, dan rasa percaya diri sejak dini," kata Astri.
Menurutnya, pendidikan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pihak sekolah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah, orang tua, keluarga, dan lingkungan. Karena itu, sinergitas yang baik antara orang tua dan pihak sekolah sangat diperlukan demi mendukung kemajuan dan masa depan anak.
"Anak harus mendapatkan perhatian dan didikan yang baik, terutama dalam penanaman karakter serta nilai-nilai agama di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Pendidikan karakter sejak dini dinilai penting agar anak dapat tumbuh menjadi generasi yang memiliki kepribadian baik dan mampu menghadapi tantangan masa depan," ujarnya.
Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 yang jatuh pada 23 Juli 2026 dengan tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan," tambah Asri, memiliki makna yang mendalam dalam mendorong kepedulian bersama terhadap tumbuh kembang dan keberhasilan anak dalam meraih masa depan yang lebih baik.
Oleh sebab itu Ia berharap momentum HAN 2026 semakin menumbuhkan rasa sayang, kepedulian, dan empati terhadap seluruh anak, termasuk anak berkebutuhan khusus atau anak istimewa. Sebab, mereka juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan, perlindungan, perhatian, dan kesempatan berkembang seperti anak-anak lainnya.