Keselamatan Wisatawan Jadi Perhatian Serius Dinas Pariwisata Kepri
Tanjungpinang-Sektroom : Dinas Pariwisata (Dispar) Kepulauan Riau Kepri mengingatkan travel agent, tour guide, dan penambang pompong untuk menaikkan dan menurunkan wisatawan di lokasi yang telah ditetapkan.
Peringatan itu disampaikan Dispar Kepri terkait dengan insiden pompong terbalik yang mengangkut penduduk lokal (bukan wisatawan) di perairan sekitar Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP), Tanjungpinang, Selasa 4 Juli 2026, yang menjadi evaluasi terhadap aspek keselamatan transportasi laut, khususnya bagi wisatawan.
Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan mengatakan, ketertiban dalam menentukan titik naik dan turun penumpang penting untuk memastikan aspek keselamatan, terutama bagi wisatawan yang menggunakan pompong sebagai moda transportasi laut di Tanjungpinang.
“Insiden pompong terbalik di sekitar Pelabuhan SBP perlu menjadi perhatian bersama. Travel agent dan tour guide diminta memastikan wisatawan menggunakan titik keberangkatan yang semestinya serta tidak menaikkan penumpang dari lokasi yang tidak diperuntukkan bagi aktivitas tersebut,” jelas Hasan, Kamis (6/8/2926).
Ia menegaskan, kepatuhan terhadap ketentuan keselamatan bukan hanya berkaitan dengan keamanan perjalanan, tetapi juga menyangkut kenyamanan wisatawan dan citra pariwisata Kepri.
Hasan meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan wisata, termasuk travel agent, tour guide, dan penambang pompong, lebih disiplin dalam mengatur perjalanan wisatawan.

Di Tanjungpinang, Pelantar Kuning selama ini dikenal sebagai salah satu titik tradisional keberangkatan pompong menuju Pulau Penyengat. Aktivitas penyeberangan pompong juga terhubung dengan kawasan Kuala Riau, sekitar Pelantar I dan Pelantar II, yang digunakan dan terus disiapkan pemerintah untuk aktivitas sandar serta perpindahan penambang pompong.
“Bagi Dispar Kepri, kejadian tersebut menjadi pengingat pentingnya koordinasi antara pelaku usaha perjalanan wisata, pemandu wisata, operator pompong, dan pihak terkait dalam memastikan prosedur keselamatan penumpang dipatuhi,” ungkapnya.
Ketertiban penggunaan titik keberangkatan dan penurunan penumpang juga dinilai penting untuk mendukung pengawasan aktivitas transportasi laut, khususnya yang melayani wisatawan dan masyarakat di kawasan Tanjungpinang.