Ketika Kehadiran Ayah Menjadi Investasi Terbesar bagi Masa Depan Anak
Purwokerto-Spektroom : Di tengah kesibukan bekerja dan tuntutan memenuhi kebutuhan keluarga, sering kali ada hal yang tanpa disadari terlewat: waktu bersama anak.
Padahal, bagi seorang anak, kehadiran ayah bukan hanya soal siapa yang mencari nafkah, tetapi juga tentang sosok yang mendengar cerita, memberi pelukan, dan menjadi tempat belajar menghadapi kehidupan.
Pesan itulah yang mengemuka dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang digelar di Sasana Krida GOR Satria Purwokerto, Selasa (21/7/2026).
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengajak para ayah untuk kembali mengambil peran lebih besar dalam pengasuhan anak.
Menurut Sadewo, anak-anak yang tumbuh dengan perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tuanya memiliki bekal yang lebih kuat untuk menjalani masa depan.
Mereka cenderung lebih percaya diri, memiliki karakter yang baik, dan lebih siap menghadapi berbagai tantangan hidup.
"Kehadiran ayah tidak cukup hanya sebagai pencari nafkah. Ayah juga harus hadir secara fisik dan emosional dalam kehidupan keluarga," ujarnya.
Ajakan itu bukan tanpa alasan. Perubahan sosial membuat semakin banyak keluarga menghadapi fenomena fatherless, yakni kondisi ketika sosok ayah minim terlibat dalam kehidupan anak, meski masih tinggal serumah.
Dampaknya tidak hanya dirasakan saat anak masih kecil, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan psikologis, pembentukan karakter, hingga kepribadian mereka di masa depan.

Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyumas, dr. Dani Esti Novia, mengatakan tema Harganas tahun ini, "Ayah Wajib Hadir", dipilih untuk mengingatkan kembali pentingnya peran ayah dalam pengasuhan, pendidikan, perlindungan, serta tumbuh kembang anak.
Karena itu, kampanye tersebut tidak berhenti pada seremoni. Pemerintah Kabupaten Banyumas menggencarkan sosialisasi melalui kader puskesmas dan posyandu, berbagai kegiatan di masyarakat, hingga media sosial agar pesan tersebut menjangkau lebih banyak keluarga.
Bagi Sadewo, kehadiran ayah tidak selalu diukur dari hal-hal besar. Meluangkan waktu berbincang, mendengarkan cerita anak sepulang sekolah, atau sekadar menemani belajar dapat menjadi kenangan yang membekas sepanjang hidup.
Di sanalah keluarga membangun fondasi karakter generasi penerus.
Di tengah derasnya perubahan zaman, mungkin itulah investasi terbesar yang dapat diberikan seorang ayah kepada anak-anaknya: hadir, mendampingi, dan tumbuh bersama mereka.
Peringatan diisi dengan penyerahan SK Sekolah Siaga Kependudukan, penyerahan hadiah berbagai lomba, hiburan dan pasar UMKM yang menjajakan produk2 lokal.