Ketika Ormas dan Paguyuban Bersatu, Perpisahan Wakapolda Jadi Momentum Merawat Kebangsaan
Palangka Raya-Spektroom: Perpisahan seorang pejabat kepolisian ternyata bisa menjadi lebih dari sekadar seremoni pergantian tugas. Ketika puluhan organisasi masyarakat, paguyuban, dan kerukunan berkumpul bersama jajaran Polda Kalimantan Tengah, ada pesan yang lebih besar: persatuan tidak cukup diucapkan, tetapi perlu dirawat melalui silaturahmi, komunikasi, dan kepercayaan.
Suasana kebersamaan itu terlihat dalam kegiatan silaturahmi dan perpisahan Forum Kebangsaan Ormas, Paguyuban, dan Kerukunan Kalimantan Tengah bersama mantan Wakapolda Kalteng, Irjen Pol. Drs. Yosi Muhamartha, di Sekretariat Forum Kebangsaan, Jalan G. Obos Km. 6, Palangka Raya, Sabtu (17/10/2026).
Yosi Muhamartha selanjutnya mendapat amanah penugasan di Mabes Polri, Jakarta. Dalam sambutan pamitannya, ia menyampaikan terima kasih atas dukungan berbagai pihak, termasuk keluarga besar Forum Kebangsaan yang selama ini turut membangun hubungan baik dengan kepolisian.
Yosi juga memohon maaf apabila selama menjalankan tugas terdapat kekurangan, sekaligus meminta doa agar dapat melaksanakan amanah berikutnya dengan baik. Suasana perpisahan pun terasa lebih akrab ketika Yosi menutup pamitannya dengan pantun yang mengundang kehangatan di antara para hadirin.
Kehadiran Kapolda Kalteng, Irjen Pol. Iwan Kurniawan, di tengah kesibukannya juga memperlihatkan pentingnya menjaga hubungan antara kepolisian dan elemen masyarakat. Bagi Forum Kebangsaan, hubungan tersebut menjadi modal sosial untuk memelihara persaudaraan dan keharmonisan di Bumi Tambun Bungai.
Iwan mengapresiasi hubungan yang telah terjalin antara Forum Kebangsaan Huma Betang dan Polda Kalteng beserta jajarannya. Menurutnya, kebersamaan dan persaudaraan diperlukan untuk menjaga keamanan, kedamaian, serta mendukung pelaksanaan program pemerintah.
“Hari ini silaturahmi, kami bersama-sama dan kami berharap ini menjadi satu bentuk kebersamaan, persaudaraan, kesatuan, dan juga menuju bagaimana forum ini semakin eksis lagi dalam persatuannya, kedamaiannya, dan juga keberkahannya,” ujar Iwan.
Forum Kebangsaan sendiri menjadi wadah yang dibina Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama Polda Kalteng. Berdasarkan undangan panitia, saat ini terdapat 93 paguyuban dan organisasi kemasyarakatan yang terdaftar diundang Ketua, Sekretaris dan Bendahara. Keberagaman latar belakang anggotanya menjadi potensi untuk memperkuat komunikasi dan menjaga kerukunan masyarakat.

Sementara Ketua Koordinator Forum Kebangsaan Ormas, Paguyuban, dan Kerukunan Kalteng, Yanto Eko Saputra, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antara kepolisian dan berbagai organisasi masyarakat.
“Tujuan kita adalah mempererat tali silaturahmi kepada pihak kepolisian dan juga pada seluruh ormas-ormas yang ada. Ini titik awal kita untuk mempersatukan atau mempererat tali silaturahmi,” kata Yanto.
Nampak hadir, H. Pujo Harianto, Ketua Perkumpulan Warga Jawa Perantau Saklawase (PAWARTOS) Kalteng, mengenakan seragam khas organisasinya, demikian juga Paguyuban atau Ormas lainnya.
Pujo mengapresiasi langkah Forum Kebangsaan yang menghadirkan ruang pertemuan dan komunikasi lintas organisasi, termasuk melalui silaturahmi sekaligus pelepasan tugas Wakapolda Kalteng.
Menurut Pujo, kegiatan tersebut memiliki nilai positif dalam kehidupan multi etnik dan sosial budaya di Kalimantan Tengah.
"Saya sebagai ketua PAWARTOS mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Koordinator Forum kita ini secara nyata mengejawantahkan makna kebangsaan dalam bingkai Huma Betang, dapat menempatkan keberagaman sebagai kekuatan untuk hidup bersama secara damai. Ada beberapa kali Polda Kalteng mengundang anggota forum ini baik untuk diskusi ataupun saat ada konflik sosial." ujar ketua PAWARTOS Kalteng.(Polin-ctr)