Ketua DPRD Batu Soroti Keamanan Parkir di Pasar Among Tani

Ketua DPRD Batu Soroti Keamanan Parkir di Pasar Among Tani
Ketua DPRD Batu Didik Subianto SH

Spektroom – Ketua DPRD Kota Batu, Didik Subianto, SH, menyoroti lemahnya sistem keamanan kendaraan di area parkir Pasar Induk Among Tani.

Hal ini disampaikan setelah adanya keluhan dari warga yang kehilangan sepeda motornya meskipun sudah memarkirkan kendaraan secara resmi dan mengantongi karcis E-parkir.

Diungkapkan, Pasar Induk Among Tani, sebagai pusat perdagangan utama di Kota Batu, seharusnya menjadi tempat yang tidak hanya nyaman tetapi juga aman bagi seluruh pengunjung.

Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan sebaliknya. Kasus kehilangan kendaraan bermotor yang terjadi meski pengunjung sudah membayar retribusi dan mengantongi karcis E-parkir mengindikasikan adanya kelalaian serius dari pihak pengelola parkir.

Menurut Didik, kejadian seperti ini sangat memprihatinkan dan menunjukkan bahwa pihak pengelola parkir terkesan abai terhadap tanggung jawabnya.

Ia menegaskan bahwa setiap kendaraan yang sudah membayar retribusi parkir semestinya dijamin keamanannya oleh pengelola.

“Semestinya jika sudah mengantongi karcis berarti sudah membayar dan layak dilindungi keamanannya. Kan satu pintu, yaitu pintu masuk dan pintu keluar, kok bisa hilang? Ini patut dipertanyakan bagaimana pola keamanannya. Kita harus mampu meningkatkan keamanan demi kenyamanan pelanggan,” ungkap Didik di kantor DPRD Batu, Senin (4/8/2025).

Ia menambahkan, berdasarkan aturan yang berlaku, pengelola parkir wajib bertanggung jawab atas segala bentuk kehilangan kendaraan.

“Jangan hanya mau menarik retribusinya saja tapi tidak bertanggung jawab jika ada kehilangan,” tegasnya.

Pernyataan Ketua Dewan ini bukan sekadar kritik, melainkan peringatan bahwa pelayanan publik harus menjunjung tinggi prinsip akuntabilitas.

Dalam hal ini, pengelola parkir tidak boleh hanya mengandalkan pemasukan dari retribusi, tetapi harus serius dalam menjamin keamanan kendaraan para pengunjung.

Kegagalan dalam melindungi hak-hak pengguna jasa parkir sama saja dengan bentuk pengingkaran terhadap kepercayaan publik.

Ironisnya, saat pihak terkait dikonfirmasi, mulai dari Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Kuperindag) hingga Kepala UPT Pasar Among Tani, tidak ada jawaban yang memadai. Ini menunjukkan kurangnya responsif dari lembaga yang semestinya hadir memberikan solusi.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Kuperindag) Kota Batu, Aris Setiawan, belum bisa memberikan keterangan karena sedang mengikuti rapat bersama seluruh SKPD di Hotel Aston.

“Saya masih rapat di Aston bersama semua SKPD. Langsung nemui ke UPT Pasar saja,” jawabnya singkat melalui pesan WhatsApp, Senin ( 4/8/2025).

Sementara itu, Kepala UPT Pasar Among Tani, Gadis Dewi, belum dapat dimintai keterangan. Saat dihubungi melalui sambungan telepon tidak diangkat, dan pesan singkat melalui WhatsApp juga tidak mendapat balasan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola pasar maupun instansi terkait mengenai langkah konkret yang akan diambil untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

Kejadian ini harus menjadi alarm bagi Pemerintah Kota Batu, bahwa pengelolaan fasilitas publik, apalagi yang melibatkan pungutan retribusi, harus dijalankan dengan tanggung jawab dan transparansi.

Sistem E-parkir yang awalnya diharapkan membawa modernisasi dan efisiensi layanan, tidak akan berarti jika sisi keamanannya diabaikan.

Sudah saatnya Pemkot Batu mengevaluasi total pengelolaan parkir di pasar tersebut. Transparansi SOP (Standard Operating Procedure), peningkatan pengawasan, serta pemberian sanksi bagi pengelola yang lalai adalah langkah awal untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.

Karena sejatinya, keamanan adalah hak dasar setiap warga, termasuk saat mereka hanya sekadar menitipkan sepeda motor untuk berbelanja kebutuhan harian.( Eno).

Berita terkait

Rektor UIN Malang Prof. Ilfi Nur Diana Tegaskan Tiga Pilar Pendidikan Unggul di Hardiknas 2026

Rektor UIN Malang Prof. Ilfi Nur Diana Tegaskan Tiga Pilar Pendidikan Unggul di Hardiknas 2026

Malang-Spektroom : Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Ilfi Nur Diana, menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam mewujudkan pendidikan berkualitas saat memimpin Apel Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026, yang digelar di halaman Rektorat kampus, Sabtu (1/5/2026). Apel berlangsung khidmat dengan seluruh peserta mengenakan pakaian adat daerah, mencerminkan semangat kebhinekaan

Buang Supeno
Menteri PU:  Penguatan Organisasi Bukan Penataan Jabatan Tetapi Membangun Keterampilan

Menteri PU:  Penguatan Organisasi Bukan Penataan Jabatan Tetapi Membangun Keterampilan

Jakarta – Spektroom : Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan bahwa penguatan organisasi bukan hanya penataan jabatan, tetapi bagian dari upaya membangun statecraft, yakni keterampilan dalam mengelola kebijakan negara dan memastikan setiap program berjalan efektif serta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hal tersebut disampaikan Menteri Dody Hanggodo saat melantik tujuh pejabat tinggi

Nurana Diah Dhayanti
Peringati Hardiknas, Abdul Mu'ti : "Deep Learning, Program Prioritas Tingkatkan Kualitas Pendidikan Nasional"

Peringati Hardiknas, Abdul Mu'ti : "Deep Learning, Program Prioritas Tingkatkan Kualitas Pendidikan Nasional"

Jambi - Spektroom: Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, menggelegar Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2026 bertema "Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua", berlangsung di Halaman Kantor Wilayah Kemenag Jambi, Sabtu (2/5/2026). Upacara diawali dengan pengibaran bendera merah putih dilanjutkan dengan pembacaan teks

Anggoro AP
Pengamat Pendidikan UMS : Merefleksi Hardiknas 2 Mei, Manajemen Mutu Pendidikan Harus Ditingkatkan

Pengamat Pendidikan UMS : Merefleksi Hardiknas 2 Mei, Manajemen Mutu Pendidikan Harus Ditingkatkan

Solo - Spektroom : Merefleksi hari Pendidikan Nasional 2 Mei, bidang pendidikan meski dinilai arahnya mulai tertata dengan perangkat dan regulasi yang semakin pasti, tetapi masih dihadapkan pada catatan kritis dalam pengelolaan manajemen mutu. Diminta tanggapan kondisi pendidikan di Indonesia merefleksi hari pendidikan Pengamat pendidikan dari Universitas Muhamadiyah Surakarta UMS Prof.

Murni Handayani