Ketum MUI Maluku Utara Kunjungi DPP LDII, Dorong LDII Perkuat Dakwah, Pendidikan dan Ekonomi

Ketum MUI Maluku Utara Kunjungi DPP LDII, Dorong LDII Perkuat Dakwah, Pendidikan dan Ekonomi
Ketua MUI Provinsi Maluku Utara H. Samlan H. Ahmad didampingi Ketua DPW LDII Maluku Utara H. Nurhadi saat berkunjung ke DPP LDII di Jakarta (Foto:LDII)

Jakarta-Spektroom : Dalam rangka mempererat komunikasi dan menjalin silaturahmi antara MUI dan LDII, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku Utara H. Samlan Hi. Ahmad melakukan kunjungan ke Kantor DPP LDII di Jakarta.

Kebersamaan antara MUI dan LDII di Maluku Utara selama ini sangat intens, baik dalam komunikasi maupun pelaksanaan berbagai kegiatan dakwah serta telah melaksanakan berbagai kegiatan dalam semangat ukhuwah Islamiyah.

Ketua MUI Maluku Utara H. Samlan Hi. Ahmad usai kunjungan tersebut kepada Spektroom, Kamis (30/7/2026) menegaskan, MUI merupakan rumah besar yang menaungi seluruh organisasi kemasyarakatan Islam, termasuk LDII yang selama ini aktif berkontribusi dalam berbagai program keumatan di Maluku Utara.

“Dalam berbagai kegiatan MUI selalu bersama dengan LDII turun ke masyarakat, dan menjalankan berbagai program yang menjadi gerakan bersama MUI,” ujarnya.

Menurutnya, Ketua DPW LDII Maluku Utara, H. Nurhadi dalam melaksanakan program berhasil membangun kolaborasi dengan berbagai unsur MUI, termasuk dalam pengembangan sektor pertanian dan penguatan ekonomi umat, karena tantangan dakwah saat ini bukan hanya menyampaikan syiar Islam, tetapi juga mengentaskan persoalan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sementara anggota Majelis Pakar DPP LDII KH Aceng Karimullah memberikan apresiasi dan menyambut baik kunjungan dari Ketua MUI Maluku Utara.

“MUI merupakan payung besar yang menghimpun berbagai ormas Islam. Kalau diibaratkan sebuah tim sepak bola, ada penyerang, gelandang, bek, hingga penjaga gawang. Perannya berbeda-beda, tetapi tujuannya sama, yaitu meraih kemenangan. MUI berperan menyelaraskan seluruh potensi itu agar bergerak menuju tujuan yang sama,” ujarnya.

Ditegaskan pula, pembinaan umat harus dilakukan secara bersama-sama. Menurutnya, dakwah saat ini tidak cukup hanya melalui ceramah, tetapi juga harus diwujudkan dalam aksi yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Diingatkan pentingnya memperkuat akhlak generasi muda di tengah derasnya perkembangan teknologi digital. Menurutnya, media sosial maupun kecerdasan buatan (AI) harus dimanfaatkan sebagai instrumen dakwah.

“Yang menjadi perhatian kita sekarang adalah memperkuat akhlak generasi muda. Teknologi bukanlah musuh, tetapi harus dimanfaatkan untuk dakwah. AI dan media sosial diciptakan untuk memberikan manfaat. Yang keliru adalah jika teknologi itu disalahgunakan. Karena itu, mari kita gunakan untuk menyebarkan kebaikan dan memperkuat dakwah,” ucapnya.

Usai berkunjung ke Kantor DPP LDII, KH. Samlan Hi. Ahmad melanjutkan kunjungannya ke Pondok Pesantren (Ponpes) Minhaajurrosyidin, Jakarta. Kunjungan tersebut diterima Koordinator Bidang Pendidikan Keagamaan dan Dakwah (PKD) DPP LDII sekaligus Dewan Guru Ponpes Minhaajurrosyidin Ust. Dwi Pramono dan Sekretaris Ujang Saepudin.

Setelah meninjau berbagai fasilitas pesantren, mulai dari lingkungan asrama hingga gedung baru SD, SMP dan SMA Minhajurrosyidin, ia mengaku terkesan dengan pengelolaan pesantren yang dinilai modern, tertata, dan tetap mengedepankan nilai-nilai keislaman.

“Kalau diibaratkan seperti permen nano-nano, kesannya lengkap. Saya sangat senang melihat pondok ini tertata rapi, bersih, dan pengelolaannya luar biasa. Apalagi tadi melihat gedung sekolah, arsitekturnya sangat baik. Tinggal dipertahankan dan terus ditingkatkan kualitasnya,” ungkapnya.

Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda menghadapi Indonesia Emas 2045. Karena itu, selain memperkuat pendidikan agama, kurikulum pesantren juga perlu mengakomodasi penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kewirausahaan agar para santri mampu menjawab tantangan global.

“Tantangan ke depan semakin kompleks, termasuk persoalan geopolitik dan perkembangan teknologi. Karena itu, pesantren tetap harus mempertahankan pendidikan agama yang kuat, memperkuat pembelajaran teknologi dan kewirausahaan. Harapannya, lahir santri-santri yang berguna bagi agama, bangsa, dan negara,” katanya.

Menanggapi kunjungan tersebut, Dwi Pramono, mengapresiasi kehadiran Ketua Umum MUI Maluku Utara yang bersedia berbagi pengalaman dan memberikan masukan bagi pengembangan pendidikan pesantren.

”Sebagai Ketua Umum MUI Maluku Utara yang juga sebagai dosen, dan dai banyak kesibukan, namun masih meluangkan waktu untuk berdiskusi dan memberikan arahan bagaimana pesantren dapat menjadi kawah candradimuka dalam mencetak generasi muda yang unggul,” ujar Dwi.

Dalam kunjungan itu Ketua MUI Maluku Utara juga sempat mengunjungi Ponpes Minhajurrosyidin, Pondok Gede, Jakarta Timur.
Menurut H. Samlan, Pondok Pesantren Minhaajurrosyidin terus menginternalisasikan 29 Karakter Luhur sebagai fondasi pembinaan santri. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi karakter yang melekat kuat dalam diri santri sebagai bekal menghadapi bonus demografi dan Indonesia Emas 2045.
Selain pendidikan karakter, pesantren juga menanamkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pembiasaan hidup mandiri dan budaya gotong royong. Para santri dibiasakan menjaga kebersihan lingkungan, membersihkan kamar, kamar mandi, hingga mencuci peralatan makan sendiri sebagai bagian dari pendidikan akhlak dan kemandirian.

“Kami berharap para santri menjadi generasi yang berakhlakul karimah, alim-fakih, mandiri, memiliki resiliensi yang kuat, mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara,” tutupnya.

Berita terkait

Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI Rp136 Juta untuk 211 Warga Rentan di Sawahlunto

Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI Rp136 Juta untuk 211 Warga Rentan di Sawahlunto

Sawahlunto–Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) senilai Rp136 juta kepada kelompok masyarakat rentan di Kota Sawahlunto. Penyaluran bantuan tersebut berlangsung pada Kamis (30/7/26) dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sawahlunto Rovanly Abdams, mewakili Wali Kota Sawahlunto. Program ATENSI

Riswan Idris, Rafles