Kirab Bhineka Gandekan Meriah, Ribuan Warga Saksikan Parade Budaya dan UMKM

Kirab Bhineka Gandekan Meriah, Ribuan Warga Saksikan Parade Budaya dan UMKM
Tampilan peserta kirab Bhineka Gandekan Solo yang mengusung tema “Parisumilak", dengan sosok Dewi Sri simbol kemakmuran. (Foto: Ciptati Handayani)

Surakarta – Spektroom: Ribuan warga memadati sepanjang Jalan RE Martadinata, Kelurahan Gandekan, Kecamatan Jebres, Solo, untuk menyaksikan kemeriahan Kirab Bhineka Gandekan dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, Senin petang (1/6/2026).

Kegiatan yang menampilkan keberagaman budaya, seni tradisional, serta potensi UMKM tersebut juga dihadiri Wali Kota Surakarta Respati Ardi yang sekaligus melepas peserta kirab.

Meski diselenggarakan di tingkat kelurahan, Kirab Bhineka Gandekan berlangsung meriah dan mendapat sambutan hangat warga. Berbagai kelompok peserta dari masing-masing RW menampilkan kreativitas melalui parade budaya, tarian tradisional, musik perkusi, hingga gunungan hasil bumi dan produk UMKM.

Salah satu peserta yang mencuri perhatian penonton adalah perwakilan RW 02 Gandekan yang mengusung tema “Parisumilak”, yang bermakna harapan akan kemakmuran dan kesejahteraan warga.

Dalam penampilannya, rombongan yang melibatkan sekitar 70 peserta itu menampilkan sosok penari cantik yang identik dengan Dewi Sri sebagai simbol kemakmuran, diiringi musik perkusi, para penari, serta ogoh-ogoh berbentuk memedi sawah. Mereka juga mengarak gunungan berisi berbagai produk makanan hasil UMKM warga setempat.

Penampilan tersebut mendapat sambutan meriah dari penonton, terutama saat rombongan melakukan atraksi di depan panggung kehormatan.

Ketua RW 02 Gandekan, Hendro Siswanto, mengatakan tema Parisumilak dipilih sebagai simbol harapan agar seluruh warga senantiasa diberikan kemakmuran dan kesejahteraan.

Gunungan berisi makanan produk UMKM diarak dalam Kirab Bhineka Gandekan Solo. (Foto: Ciptati Handayani)

“Melalui kirab ini kami ingin menunjukkan potensi UMKM yang dimiliki warga. Gunungan yang diarak berisi berbagai produk makanan seperti sosis Solo, semar mendem, timlo goreng, dan aneka olahan lainnya yang memanfaatkan hasil bumi,” ujarnya.

Ia menambahkan, ogoh-ogoh memedi sawah yang ditampilkan dibuat dari berbagai bahan yang berkaitan dengan pertanian, termasuk rambut yang terbuat dari damen atau batang padi kering.

Kirab Bhineka Gandekan tahun ini mendapat apresiasi dari masyarakat karena menampilkan konsep yang lebih kreatif dan edukatif. Selain parade berjalan kaki, para peserta juga menyuguhkan pertunjukan tari, musik, serta narasi yang menjelaskan filosofi dari setiap tema yang diangkat.

“Wah, tahun ini makin keren. Setiap RW tampil maksimal dan performanya bagus. Sangat menghibur sekaligus menambah wawasan tentang seni budaya dan makna yang disampaikan,” ujar Tina, salah seorang penonton.

Keterlibatan generasi muda juga menjadi daya tarik tersendiri dalam kirab tersebut. Berbagai unsur masyarakat mulai dari anak-anak PAUD, pelajar, anggota Paskibra, putra-putri Solo, hingga kalangan dewasa ikut ambil bagian dalam parade budaya tersebut.

“Lengkap dan menarik. Dari anak-anak kecil, remaja sampai orang dewasa semuanya ikut tampil membawa potensi dan kreativitas masing-masing RW,” kata Adi, warga Gandekan. (Ciptati Handayani)

Berita terkait

Menteri PU: Sekolah Rakyat Dibangun Berstandar Internasional Bagi Keluarga Prasejahtera

Menteri PU: Sekolah Rakyat Dibangun Berstandar Internasional Bagi Keluarga Prasejahtera

Banyuwangi -  Spektroom - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Jawa Timur 4 yang berada di Kecamatan Blambangan, Kabupaten Banyuwangi, Senin (15/6/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan percepatan penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat yang menjadi bagian dari program strategis Presiden Prabowo Subianto dalam menyediakan

Nurana Diah Dhayanti