KM. Jeni Jaya 05 Berhasil di Evakuasi Ke Pelabuhan Perikanan Ternate, Seluruh ABK Selamat

KM. Jeni Jaya 05 Berhasil di Evakuasi Ke Pelabuhan Perikanan Ternate, Seluruh ABK Selamat
KM. Jeni Jaya 05 bersama ABK saat tiba di Pelabuhan Perikanan Ternate (Foto:Basarnas Ternate)

Spektroom - Kapal Ikan KM. Jeni Jaya 05 dengan penumpang on board berjumlah 12 orang berhasil di evakuasi ke pelabuhan Perikanan Bastiong Ternate setelah mengalami kerusakan mesin di perairan Batang Dua, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, Senin malam (17/11/2025).

Kepala Seksi Operasi Dan Siaga Kantor SAR Ternate, Syahran Laturua menjelaskan Tim Rescue Kantor SAR Ternate dengan menggunakan Kn. SAR 237 Pandudewanata Ternate bersama kapal Ikan KM. Cakardia tiba di perairan Batang Dua sekitar pukul 16.05 WIT, lalu menemukan KM. Jeni Jaya 05 pada koordinat 0°50'1.80"N 127° 1'22.38" E dengan kondisi seluruh ABK dalam keadaan selamat.

"KM. Cakardia melaksanakan penarikan terhadap KM. Jeni Jaya 05 dan di kawal oleh Kapal Kn. SAR 237 Pandudewanata menuju Pelabuhan Perikanan Bastiong Ternate," ujar Syahran.

Menurutnya, Pukul 20.25 WIT, KM. Jeni Jaya 05 dan Tim SAR Gabungan berhasil sandar di Pelabuhan Perikanan Bastiong Ternate, Seluruh korban diserahkan ke pihak keluarga serta pemilik kapal.

Dengan telah dievakuasinya kapal dan seluruh ABK maka operasi SAR selesai dan ditutup, seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing disertai ucapan terimakasih.

Dalam evakuasi tersebut melibatkan unsur dari Kantor SAR Ternate, Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Ternate, RAPI Kota Ternate, ORARI, Pemilik Kapal, KM. Cakardia dan Keluarga korban.

Berita terkait

Perang Sunyi dari Pedalaman Kalimantan: Ketika Rakyat Landak Menumpahkan Darah demi Merah Putih

Perang Sunyi dari Pedalaman Kalimantan: Ketika Rakyat Landak Menumpahkan Darah demi Merah Putih

Oleh: Syafaruddin Daeng Usman Landak - Spektroom : Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dikumandangkan pada 17 Agustus 1945 di Jakarta. Namun bagi masyarakat Landak, wilayah pedalaman Kalimantan Barat yang saat itu terisolasi dari pusat informasi, kabar kemerdekaan tidak serta-merta tiba. Ketika berita itu akhirnya sampai, semangat mempertahankan republik yang baru lahir justru menyala

Apolonius Welly, Rafles
ссс