Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha Menguat, Bank Kalbar Siapkan CSR Berdampak Langsung
Jakarta-Spektroom : Di tengah tekanan fiskal yang dihadapi banyak pemerintah daerah dan meningkatnya kebutuhan pembangunan masyarakat, peran dunia usaha melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TSBLP/CSR) menjadi semakin strategis.
Momentum itu mengemuka dalam Forum TSBLP/CSR Provinsi Kalimantan Barat yang digelar di Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Forum yang mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha tersebut menjadi panggung bagi komitmen bersama dalam memperkuat pembangunan daerah berbasis kolaborasi.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah langkah Bank Kalbar yang menegaskan kesiapannya memperluas dampak program CSR sebagai instrumen pembangunan sosial dan penguatan ekonomi masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Agus Fathoni, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan, para kepala daerah se-Kalimantan Barat, serta 47 perusahaan yang beroperasi di wilayah Kalbar.
Direktur Utama Bank Kalbar Rokidi menegaskan bahwa CSR saat ini tidak lagi dipandang sebagai aktivitas pelengkap perusahaan.
Di tengah berbagai tantangan pembangunan, program CSR harus mampu menjadi katalis yang menghasilkan manfaat ekonomi dan sosial secara berkelanjutan.
Sebagai bank pembangunan daerah, Bank Kalbar mengarahkan program CSR pada sektor-sektor yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Mulai dari pendidikan, pemberdayaan ekonomi, lingkungan hidup hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.Salah satu fokus utama adalah penguatan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Langkah tersebut dinilai relevan mengingat UMKM masih menjadi penopang utama ekonomi Kalimantan Barat dan penyerap tenaga kerja terbesar di daerah.
Melalui bantuan modal usaha dan berbagai program pemberdayaan, Bank Kalbar berupaya memperluas akses ekonomi masyarakat sekaligus mendorong lahirnya pelaku usaha yang lebih kompetitif.
Strategi ini dinilai penting untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global.
Di sektor pendidikan, Bank Kalbar terus melanjutkan program beasiswa sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.
Dukungan terhadap akses pendidikan diyakini menjadi salah satu kunci menciptakan generasi yang mampu bersaing di masa depan.
Sementara di bidang lingkungan, perusahaan turut menyalurkan bantuan kendaraan pengangkut sampah dan berbagai program pendukung kebersihan kawasan permukiman.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan pembangunan yang tidak hanya bertumpu pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan.
Forum TSBLP/CSR 2026 menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak bisa hanya bergantung pada kekuatan anggaran pemerintah.
Keterlibatan sektor swasta melalui investasi sosial menjadi elemen penting dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan mengusung slogan "Bank Kite, Punye Kite", Bank Kalbar menargetkan perannya tidak hanya sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga sebagai agen pembangunan yang aktif mendorong kemajuan Kalimantan Barat.
Di tengah kebutuhan pembangunan yang terus meningkat, sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dipandang menjadi kunci untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.