Kolaborasi Pemprov DKI-Baznas-Swasta Pulihkan Permukiman Korban Kebakaran, 16 Rumah di Pela Mampang Rampung Direhabilitasi

Kolaborasi Pemprov DKI-Baznas-Swasta Pulihkan Permukiman Korban Kebakaran, 16 Rumah di Pela Mampang Rampung Direhabilitasi
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung hasil renovasi rumah warga, dalam Program Bedah Rumah di Pela Mampang Jakarta Selatan. (Foto: Spektroom/Irvan Idris S).

Jakarta – Spektroom : Upaya pemulihan kawasan pascakebakaran di Jalan Bangka III, Pela Mampang, Jakarta Selatan, menunjukkan hasil nyata. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta dan PT Malahayati Nusantara Raya berhasil merehabilitasi 16 rumah milik warga terdampak melalui Program Bedah Rumah.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung hasil renovasi rumah warga, Selasa (21/7/2026), sekaligus mengapresiasi sinergi pemerintah, lembaga filantropi, dan sektor swasta yang dinilai mampu mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana.

Menurut Pramono, Program Bedah Kawasan di Pela Mampang menjadi contoh konkret kolaborasi multipihak dalam mempercepat penanganan permukiman yang terdampak kebakaran.

"Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat setelah bencana. Program Bedah Kawasan di Pela Mampang merupakan wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga terdampak kebakaran. Sebanyak 16 rumah milik 22 kepala keluarga atau 67 jiwa direhabilitasi melalui sinergi antara BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta dan PT Malahayati Nusantara Raya," ujar Pramono.

Program rehabilitasi tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp960,3 juta. Dari total dana tersebut, PT Malahayati Nusantara Raya memberikan kontribusi Rp600 juta, sedangkan BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta mengalokasikan Rp360,3 juta.

Pramono menegaskan, keterlibatan dunia usaha dan lembaga filantropi menjadi bukti bahwa penanganan pascabencana tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

"Penanganan pascabencana tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Hasil pembangunannya sudah kita lihat, kualitasnya sangat baik. Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja sama sehingga warga dapat kembali menempati rumah yang lebih layak," katanya.

Selain memulihkan kawasan terdampak kebakaran di Pela Mampang, Pemprov DKI Jakarta juga terus memperluas program renovasi rumah bagi masyarakat. Pada 2026, pemerintah menargetkan rehabilitasi sebanyak 633 unit rumah melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, mulai dari badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), hingga perusahaan swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Gubernur berharap pola kolaborasi yang berhasil diterapkan di Pela Mampang dapat direplikasi di berbagai wilayah lain di Jakarta, khususnya untuk mempercepat penanganan kawasan permukiman yang terdampak kebakaran maupun bencana lainnya.

Program tersebut dinilai menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga sosial mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam pembangunan dan pemulihan kawasan permukiman di Ibu Kota.

Berita terkait

Bupati Pasaman Barat Yulianto Tinjau Lahan Sekolah Rakyat

Bupati Pasaman Barat Yulianto Tinjau Lahan Sekolah Rakyat

Pasaman Barat-Spektroom : Bupati Pasaman Barat (Pasbar) Yulianto meninjau kesiapan lahan pembangunan Sekolah Rakyat sekaligus rencana pembangunan jembatan penghubung Kampung Cubadak-Kampung Sipirok, Senin (14/9/2026). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi serta mematangkan perencanaan teknis kedua program pembangunan tersebut. Bupati Yulianto didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

Rafles
Galian C Poka Disorot, Bodewin: Jangan Tunggu Lingkungan Rusak Baru Bertindak

Galian C Poka Disorot, Bodewin: Jangan Tunggu Lingkungan Rusak Baru Bertindak

Ambon-Spektroom : Aktivitas Galian C di Desa Poka, Kota Ambon, mendapat perhatian serius dari Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena. Ia meminta DPRD dan Pemerintah Kota Ambon tidak sekadar membicarakan persoalan tersebut, tetapi segera memastikan dampaknya terhadap lingkungan melalui kajian teknis yang dapat dipertanggungjawabkan. Bodewin menyampaikan hal itu usai Rapat Paripurna ke-5

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru