Trending

Kondisi Udara Kepri Tidak Sehat, Masyarakat Kurangi Aktivitasi Diluar Rumah

Kondisi Udara Kepri Tidak Sehat, Masyarakat Kurangi Aktivitasi Diluar Rumah
Kondisi Udara Batam tidak sehat data dari BMKG(Grafis : BMKG Tanjungpinang)

Kepri – Spektroom : Untuk kondisi udara di wilayah Kepulauan Riau saat ini, khususnya untuk wilayah Batam dan sekitarnya, berdasarkan data pemantauan particulate matter (PM2,5) yang tersedia di wilayah Batam.

Konsentrasi PM2,5 Senin(14/9/ 2026),berada pada kategori Tidak Sehat           (120 µg/m³), dengan nilai tertinggi terpantau pada pukul 18.00 WIB malam.

Sementara itu di wilayah Kota Tanjungpinang kondisi udara memang kabur sejak pukul 08.00 WIB pagi hari dengan visibility/jarak pandang mendatar berdasarkan pantauan alat di Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah berada pada kisaran 4000-6000 meter, dengan kondisi paling rendah di 2700 meter pada siang hari sekitar pukul 14.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

Hayu Nur Mahron Prakirawan BMKG Tanjungpinang kepada Spektroom menjelaskan wilayah Kepulauan Riau yang paling terdampak asap saat ini di wilayah Kota Tanjungpinang, Kab. Bintan (termasuk Kec. Tambelan), Kota Batam, Kab. Karimun, dan sebagian Kab. Anambas, dan Kab. Natuna.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, mengingat kondisi cuaca yang relatif kering serta adanya angin yang dapat membantu penyebaran api dan asap hingga beberapa hari kedepan.

Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan, apabila terpaksa melakukan aktivitas di luar ruangan maka diharapkan untuk memperhatikan perubahan kualitas udara sebelum merencanakan aktivitas di luar ruangan serta mengenakan jenis masker yang sesuai terutama bagi lansia, anak-anak, dan ibu hamil.

Pada kondisi kekeringan meterologis saat ini juga diharapkan kepada masyarakat untuk lebih memperhatikan aktivitas pembakaran sampah terutama pada saat kuatnya tiupan angin yang berpotensi mempercepat penyebar luasan kebakaran, dan juga menghindari pembakaran lahan kosong.

Kondisi pembakaran yang demikian dapat memperburuk situasi terutama jika dilakukan pada kondisi banyaknya hotspot di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya sehingga juga berdampak pada peningkatan potensi penurunan kualitas udara di sekitar wilayah Pulau Bintan.

Foto BMKG

Untuk Seberang Asap berdasarkan data simulasi BMKG dari Kalimantan Barat, Riau dan Jambi.

Berita terkait

Maluku Raih Terbaik Ketiga Nasional IPP 2025,  Lewerissa Persembahkan Penghargaan untuk Seluruh Rakyat dan Pemuda

Maluku Raih Terbaik Ketiga Nasional IPP 2025, Lewerissa Persembahkan Penghargaan untuk Seluruh Rakyat dan Pemuda

Ambon-Spektroom: Provinsi Maluku kembali menunjukkan capaian positif dalam pembangunan kepemudaan di tingkat nasional. Prestasi tersebut diperoleh melalui peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Tahun 2025, Maluku berhasil menempati posisi Terbaik Ketiga Nasional, sebuah prestasi yang mencerminkan kerja bersama pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat. Penghargaan ini diterima Gubernur Maluku, Hendrik

Yantje Lekatompessy, Pelinus Latuheru
Lantik 73 Pejabat Pengawas, Bupati Banyuwangi Minta Pejabat Berikan Pelayanan Terbaik Bagi Masyarakat

Lantik 73 Pejabat Pengawas, Bupati Banyuwangi Minta Pejabat Berikan Pelayanan Terbaik Bagi Masyarakat

Banyuwangi-Spektroom :  Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melantik 73 pejabat pengawas yang akan bertugas di kelurahan dan kecamatan, di Aula Rempeg Jogopati, Kamis malam (29/10/2026). Dalam sambutannya, Bupati Ipuk Fiestiandani meminta kepada seluruh jajaran kecamatan dan kelurahan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Seperti melayani dengan ramah dan senyuman,

Julianto
Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jakarta - Spektroom: Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan pentingnya membangun ekosistem usaha yang mampu mempersiapkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Lampung untuk menembus pasar global. Selain meningkatkan kualitas produk, UMKM perlu memiliki pola pikir global, akses pasar, pembiayaan, pemenuhan standar, serta kapasitas produksi yang konsisten untuk memenuhi kebutuhan ekspor

Anggoro AP