Trending

KONI Jateng Nyatakan Evaluasi Keamanan Cabor Selam Laut Pasca Meninggalnya Syabilla

KONI Jateng Nyatakan Evaluasi Keamanan Cabor Selam Laut Pasca Meninggalnya Syabilla
KONI Jateng pastikan evaluasi SOP keamanan dan penyelamatan cabor selam laut usai atlet Jepara meninggal dunia. (Instagram/konijepara)

Semarang_Spektroom: Syabilla Rizkia Putri Raharja meninggal ketika mengikuti perlombaan yang telah memasuki putaran ketiga untuk cabang olahraga (cabor) selam laut di Awan Costa, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang.

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah akan mengevaluasi prosedur keselamatan pertandingan usai atlet selam asal Jepara, Syabilla Rizkia (22), meninggal dunia saat mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 pada Minggu, 25 Oktober 2026.

Cabor Selam Laut kini menjadi perhatian karena selama perlombaan terungkap muncul sejumlah masalah, mulai dari kelelahan hingga terkena ubur-ubur di laut.

“Evaluasi pasti ada karena tadi juga ada dua lagi yang kelelahan. Satu dari Kota Magelang kena ubur-ubur sampai harus dirawat di rumah sakit. Satu lagi Cilacap, fisik kelelahan,” ujar Ketua KONI Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko kepada wartawan di GOR Jatidiri, Semarang pada Minggu, 25 Oktober 2026 malam.

Sujarwanto juga tak menampik bahwa selam laut harus menuntut para atletnya memiliki ketahanan fisik karena jarak tempuh yang panjang.

“Jujur berat renang 3 kilometer, maka akan kami tambah tim medis, kapal untuk penyelamatan, kita pastikan safe (aman) meski sebenarnya sudah safe” imbuhnya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan kemungkinan perubahan SOP dalam penyelamatan atlet sekaligus lebih ketat dalam pengecekan fisik.

“Nanti tambahan prosedur pemeriksaan sebelum bermain untuk pastikan kesehatan fisik. Tim penyelamat awalnya tak berani kalau atlet belum menyerah karena itu menyangkut nasib tanding mereka, tetapi sekarang kalau ada kejadian begitu tak tunggu menyerah, langsung ambil langkah,” jelasnya.

Dalam gelaran Porprov Jateng 2026 tersebut Syabilla tercatat telah berhasil menyumbangkan dua medali dari cabang olahraga selam kolam nomor 100 meter dan 200 meter bifins putri.

Mengenai insiden yang terjadi, Syabilla dilaporkan mulai tenggelam sekitar pukul 09.20 WIB dan diselamatkan oleh anggota BNPB serta tim medis di lokasi.

Atlet sekaligus mahasiswa UGM jurusan Psikologi itu dinyatakan meninggal dunia oleh dokter instalasi gawat darurat (IGD) Rumah Sakit Keluarga Sehat Semarang pada Minggu, 25 Oktober 2026 sekitar pukul 10.00 WIB.

KONI Jepara dan Pemerintah Jepara pun mengungkapkan belasungkawa atas meninggalnya Syabilla.

“Kepergian almarhumah menjadi duka mendalam bagi keluarga, insan olahraga, dan masyarakat Kabupaten Jepara. Prestasi serta semangat juangnya akan selalu menjadi kenangan dan kebanggaan bagi Jepara,” ungkap pihak Pemkab Jepara dalam keterangan resminya yang dirilis pada Minggu, 25 Oktober 2026.


Berita terkait

Bendahara  Bukan Sekadar Terima dan Keluarkan Uang,  Namun Bagian Penting Dari Sistem Pengendalian  Keuangan

Bendahara Bukan Sekadar Terima dan Keluarkan Uang, Namun Bagian Penting Dari Sistem Pengendalian Keuangan

Bandarlampung - Spektroom,: Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengingatkan bendahara Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) agar mengelola keuangan secara transparan, profesional, dan akuntabel. Pengelolaan dana yang tertib dan dapat dipertanggungjawabkan, menjadi kunci membangun kepercayaan anggota sekaligus memastikan koperasi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Bendahara ini bukan sekadar penerima atau

Anggoro AP
Bukan Sekadar Membatik! Ini Strategi Jitu Ketua Dekranasda Sawahlunto Jaga Warisan Budaya

Bukan Sekadar Membatik! Ini Strategi Jitu Ketua Dekranasda Sawahlunto Jaga Warisan Budaya

Sawahlunto–Spektroom : Komitmen melestarikan warisan budaya tak hanya diucapkan, tapi dibuktikan dengan aksi nyata. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Sawahlunto, Ny. Yori Riyanda, secara resmi membuka Pelatihan Membatik Kota Sawahlunto Tahun 2026 di Rumah Batik “MS”, Kelurahan Durian II, Kecamatan Barangin, Senin (26/10/2026). Pelatihan yang mengusung

Riswan Idris, Rafles