Taman Puring Ditata, Pedagang Tetap Bisa Mencari Nafkah
Jakarta — Spektroom : Penataan kota tidak seharusnya menjadi alasan bagi masyarakat kehilangan mata pencaharian. Di balik upaya memperbaiki wajah Ibu Kota, ada kehidupan para pedagang kecil yang perlu tetap dijaga.
Prinsip inilah yang ditegaskan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dalam rencana pembenahan sejumlah kawasan di Jakarta.
Salah satu perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta adalah Taman Puring, Jakarta Selatan.
Kawasan yang dikenal sebagai tempat aktivitas perdagangan tersebut akan ditata agar lebih baik, dengan tetap memberikan ruang bagi pedagang untuk melanjutkan usaha mereka.
Pramono menegaskan, penataan Taman Puring tidak dilakukan dengan menggusur pedagang. Sebaliknya, pemerintah akan memfasilitasi mereka agar memperoleh tempat usaha yang lebih layak dan nyaman, sehingga kegiatan ekonomi masyarakat tetap berjalan.
“Pemerintah DKI Jakarta akan melakukan penataan Taman Puring. Pedagang akan kami fasilitasi untuk mendapatkan tempat yang lebih baik tanpa penggusuran, supaya mereka bisa bekerja dengan tenang,” ujar Pramono, seperti dikutip dari website resmi Pemprov DKI Jakarta, Senin (26/10/2026).
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya menyeimbangkan pembangunan fisik dengan kepentingan ekonomi warga. Sebab, bagi para pedagang, keberadaan tempat berjualan bukan sekadar persoalan lokasi, melainkan juga sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Selain Taman Puring, Pemprov DKI Jakarta merencanakan pembenahan Pasar Kramat Jati yang membutuhkan perbaikan. Penataan ini diharapkan meningkatkan kenyamanan pasar sekaligus menjaga keberlangsungan usaha pedagang, termasuk warga Madura yang mencari nafkah di kawasan tersebut.
Agenda pembenahan juga menyentuh sejumlah persoalan pembangunan lainnya. Pemprov DKI Jakarta melanjutkan penataan bekas proyek monorel di kawasan Rasuna Said, merencanakan pembenahan area di belakang Gedung DPR RI, serta mengupayakan penyelesaian persoalan lahan Rumah Sakit Sumber Waras untuk pembangunan rumah sakit internasional.
Pramono menyampaikan komitmen tersebut saat menghadiri peringatan HUT ke-2 Organisasi Masyarakat Madura Asli (Madas) Nusantara, sekaligus penyerahan Jakarta Award dan peluncuran Rumah Aspirasi Masyarakat Jakarta di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (25/10/2026).
Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi kontribusi Madas Nusantara dalam mendukung pembangunan Ibu Kota. Menurutnya, kolaborasi pemerintah dan organisasi kemasyarakatan penting untuk memastikan kebijakan pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Ia juga berharap masyarakat terus menyampaikan aspirasi sekaligus mengawasi pelaksanaan pembangunan agar berjalan sesuai harapan warga.
Melalui penataan yang berpihak kepada masyarakat, Pemprov DKI Jakarta berupaya menghadirkan kota yang lebih tertata tanpa mengesampingkan kehidupan ekonomi warganya.
"Dengan demikian, pembangunan tidak hanya mengubah wajah kota, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi mereka yang menggantungkan hidup di dalamnya," ujarnya.