Kontingen Pesparawi Maluku Utara Berangkat ke Papua Barat Optimisme Raih Prestasi

Kontingen Pesparawi Maluku Utara Berangkat ke Papua Barat Optimisme Raih Prestasi
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dan Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua bersama peserta Pesparawi tiba di Manokwari (Foto:Kemenag Malut)

Ternate–Spektroom : Sebanyak 281 peserta dan official Kontingen Maluku Utara yang akan berlaga pada Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat, diberangkatkan Jumat (19/6/2026).

Keberangkatan kontingen mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara.

Rombongan dilepas dan diantar langsung Gubernur Maluku Utara, Bupati Halmahera Utara, serta Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Kristen Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara. Kontingen diberangkatkan menggunakan pesawat Super Air Jet dalam dua kali penerbangan menuju Manokwari.

Penerbangan pertama (Flight 1) membawa Ketua LPPD Maluku Utara, Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Utara, official serta sebagian peserta. Sementara penerbangan kedua (Flight 2) membawa Gubernur Maluku Utara, Bupati Halmahera Utara, Kepala Bidang Bimas Kristen Kanwil Kemenag Maluku Utara, anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, serta peserta lainnya. Pesawat bertolak pada pukul 12.30 WIT dan tiba di Bandara Rendani Manokwari pada pukul 14.35 WIT.

Sebelum keberangkatan, Gubernur Maluku Utara memberikan motivasi dan dukungan kepada seluruh peserta agar tampil maksimal dalam setiap kategori lomba yang diikuti. "Kalian membawa nama baik Maluku Utara di tingkat nasional. Tampilkan performa terbaik, jaga kekompakan, dan jangan lupa selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah. Biarlah setiap puji-pujian yang dipersembahkan lahir dari hati yang penuh syukur," pesan Gubernur.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga kesehatan, disiplin, serta menjadikan ajang Pesparawi sebagai sarana pelayanan dan kesaksian iman melalui musik gerejawi.

Senada dengan itu, Bupati Halmahera Utara menyampaikan harapan besar agar kontingen Maluku Utara mampu meraih prestasi terbaik pada ajang nasional tersebut. "Kami mengantar saudara-saudara sekalian mengikuti lomba dengan harapan dapat kembali ke Maluku Utara membawa kemenangan. Berjuanglah dengan sungguh-sungguh, tampilkan yang terbaik dan jadikan setiap penampilan sebagai persembahan bagi Tuhan," ujar Bupati.

Setibanya di Manokwari, rombongan Kontingen Maluku Utara disambut hangat oleh panitia, tuan rumah, dan masyarakat Papua Barat. Keramahan masyarakat setempat langsung terasa sejak kedatangan rombongan di bandara. Penyambutan berlangsung meriah dengan penampilan tarian khas Maluku Utara, Lalayon, yang menambah suasana penuh keakraban dan persaudaraan. Dalam prosesi adat tersebut, Ibu Gubernur Maluku Utara juga dipasangkan mahkota khas Papua serta tas anyaman noken sebagai simbol penghormatan dan ucapan selamat datang kepada tamu daerah.

Atmosfer Pesparawi Nasional XIV semakin terasa dengan hadirnya maskot resmi kegiatan, seekor anak burung Kasuari bernama "Pit Sang Konduktor", yang menjadi ikon perhelatan nasional tahun ini di Papua Barat.

Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Kristen Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara menyampaikan rasa syukur atas kelancaran perjalanan seluruh rombongan. "Puji Tuhan, seluruh kontingen Maluku Utara tiba di Manokwari dengan selamat. Kehangatan masyarakat Papua Barat yang kami rasakan sejak pertama menginjakkan kaki di tanah ini menjadi energi positif dan menambah semangat kami untuk memberikan yang terbaik bagi Maluku Utara," ujarnya. Ia menambahkan, Pesparawi Nasional tahun ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi seni suara gerejawi, tetapi juga mengusung pesan kepedulian terhadap lingkungan.

"Menariknya, semangat ekoteologi yang menjadi salah satu program prioritas Kementerian Agama turut diimplementasikan dalam Pesparawi Nasional XIV. Para peserta diajak menunjukkan tanggung jawab sebagai pengelola ciptaan Tuhan melalui kebiasaan ramah lingkungan, salah satunya dengan membawa tumbler pribadi. Gerakan ini diharapkan mampu mengurangi sampah plastik sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian alam," tambahnya.

Dengan semangat kebersamaan, doa, dan dukungan penuh dari masyarakat Maluku Utara, kontingen optimistis mampu menampilkan puji-pujian terbaik serta mengharumkan nama daerah pada ajang Pesparawi Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat.

Berita terkait

Wali Kota Sawahlunto Lantik 92 Pejabat, Empat Jabatan Eselon II Berganti untuk Perkuat Kinerja Pelayanan

Wali Kota Sawahlunto Lantik 92 Pejabat, Empat Jabatan Eselon II Berganti untuk Perkuat Kinerja Pelayanan

Sawahlunto–Spektroom : Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan 92 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Sawahlunto, Jumat (19/6/2026). Pelantikan yang berlangsung di Aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) itu merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Acara tersebut dihadiri Wakil Wali

Riswan Idris, Rafles
DPRD Sawahlunto Bahas Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Soroti Akuntabilitas dan Besaran SILPA

DPRD Sawahlunto Bahas Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Soroti Akuntabilitas dan Besaran SILPA

Sawahlunto–Spektroom : Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sawahlunto menggelar rapat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Sawahlunto Tahun Anggaran 2025 bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Sawahlunto. Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat DPRD Kota Sawahlunto pada Jumat (19/6/2026) tersebut

Riswan Idris, Rafles
Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah Digulirkan, Sekdaprov Sumbar Ajak ASN Jadi Teladan dalam Pengasuhan

Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah Digulirkan, Sekdaprov Sumbar Ajak ASN Jadi Teladan dalam Pengasuhan

Padang-Spektroom: Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mulai mengimplementasikan Gerakan Ayah Mengambil Rapor dan Mengantar Anak ke Sekolah sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Melalui gerakan tersebut, ASN yang memiliki anak usia sekolah didorong untuk terlibat langsung dalam pendidikan anak

Rafles