Korupsi di Indonesia masih "Ganas", KPK dan Inspektorat DKI Ajak Pelajar Lawan Korupsi
Jakarta - Spektrioom : Di tengah kekhawatiran meningkatnya praktik korupsi di Indonesia pada 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Inspektorat DKI Jakarta semakin gencar melakukan pendekatan pencegahan, khususnya kepada generasi muda
Edukasi Dini Sangat Penting karena Data menunjukkan bahwa korupsi di Indonesia masih "ganas", mencakup kasus suap di sektor publik, pengadaan barang dan jasa, hingga tindak pidana korupsi yang melibatkan oknum pejabat di BUMN
Melalui medium film, KPK dan Inspektorat DKI mendorong lahirnya ruang belajar yang tidak hanya informatif, tetapi juga emosional dan reflektif.
Riuh tawa dan antusiasme pelajar memenuhi Ruang Theater Gedung Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Jakarta, Selasa (12/5/2026), saat film-film pendek finalis Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) diputar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026
Tiga film pendek finalis ACFFEST yang diputar mengangkat isu integritas dari perspektif yang dekat dengan kehidupan sehari-hari pelajar.
Film Sendal Bupati menyoroti penyalahgunaan kekuasaan dan fasilitas jabatan, bahkan melalui tindakan yang tampak sederhana.
Tumbuhlah, mengangkat keberanian menjaga kejujuran di tengah lingkungan yang penuh kompromi.
Ada yang Salah dengan Cinta menampilkan pentingnya kejujuran dan keberanian bersikap melalui dinamika kehidupan remaja.
Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana, menuturkan momen ini menjadi refleksi bahwa pendidikan antikorupsi tidak selalu hadir dalam ruang kelas formal.
“Dulu koruptor termuda usianya 31 tahun, sekarang koruptor termuda usianya 22 tahun. Koruptor itu terus beregenerasi,” tutur Wawan.
Wawan juga mengajak pelajar memanfaatkan kreativitas sebagai sarana menyuarakan pesan integritas.
“Sekarang membuat film tidak harus dengan peralatan mahal. Banyak karya ACFFEST dibuat hanya dengan telepon genggam. Yang paling penting, gagasan dan pesan integritas yang disampaikan,” tambahnya.
Sementara itu, Inspektur Provinsi DKI Jakarta, Dhany Sukma. menilai pendidikan menjadi instrumen penting dalam membangun daya tahan generasi muda terhadap praktik korupsi yang semakin berkembang dan kompleks.
“Harapannya, adik-adik menjadi agen perubahan dan dengan lantang menyuarakan korupsi merupakan musuh kita bersama. Setidaknya, kita mampu menanamkan integritas kapan pun,” tegas Dhany.
Sementara itu, Plt Kepala Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara Perpusnas RI, Adriati Zein, berharap pesan dari film ini dapat dipelajari dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.