Kosmak Minta Presiden Tegas Dalam Pengawasan Dan Penindakan Kasus Tambang Ilegal Kaltim

Kosmak  Minta Presiden  Tegas Dalam Pengawasan Dan Penindakan Kasus Tambang Ilegal  Kaltim
Koordinator Koalisi Sipil Masyarakat Anti Korupsi (KOSMAK), Ronald Loblobly ( spektroom/ dd)

Spektroom - Koalisi Sipil Masyarakat Anti Korupsi (KOSMAK)  minta Presiden Prabowo Subianto bertindak tegas  dan mendesak Jaksa Agung Sanitar Burhanuddin agar mengevaluasi Jampidsus Febrie Adriansyah yang diduga memberantas korupsi sambil korupsi.

Hal itu disampaikan Koordinator Koalisi Sipil Masyarakat Anti Korupsi (KOSMAK), Ronald  Loblobly kepada wartawan pada jumpa pers di Jakarta, Kamis (23/10/2025).

Menurut Ronald,  Presiden Prabowo Subianto  sepertinya perlu segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku  korupsi,  meskipun kasusnya sedang dalam penyidikan Kejagung.

"Sugianto alias Asun gembong pelaku illegal mining di Kalimantan Timur kini malah makin merajalela. Diduga mendapat backing dari oknum tertentu di Kalimantan Timur" tandas Ronald  Loblobly.

Bersama Sanjai Gattani, lanjut dia,  warga negara India,  Sugianto  alias Asun, dalam beberapa bulan belakangan ini secara terbuka menjual batubara illegal, hingga mencapai 11 (sebelas) Mother Vessel dengan total kuantitas sebanyak 750.000 MT.

Ilustrasi pengerjaan Pertambangan (foto: Kosmak)

"Padahal penyidik pada Jampidsus Kejaksaan Agung telah melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi Penyalahgunaan Wewenang dalam Tata Kelola  Pertambangan Batubara di Provinsi Kalimantan Timur sejak 2 April 2024, sebagaimana Surat Perintah Penyelidikan Nomor:Prin-19A/F.1.04/2024 yang ditandatangani Kuntadi selaku Direktur Penyidikan" rincinya.

Berdasarkan investigasi KOSMAK, pada periode Maret – September 2025, Sugianto alias Asun bersama Sanjai Gattani berhasil menjual batubara illegal sebanyak 750.000 MT, melalui trader PT Indo Coal Corp.  Dimuat ke dalam 11 (sebelas) Mother Vessel. Menggunakan dokumen terbang (dokter) (1) KSU Putra Mahakam Mandiri, (2) PT Indowana, (3) CV Dimori jaya, (4) CV Gudang Hitam Prima, (5) PT Mutiara Merdeka Jaya.

“Dana koordinasi perdagangan batubara illegal yang dikeluarkan mencapai puluhan miliar rupiah,” tukas Ronald.

Menurut Ronald, Sugianto alias Asun dan Sanjai Gattani menjadi tokoh utama pemain koridor di Kaltim, terbukti, hingga kini tak ada aparat yang berani menindak, dalam dugaan tindak pidana korupsi Penyalahgunaan Wewenang dalam Tata Kelola  Pertambangan Batubara di Provinsi Kalimantan Timur.

Berita terkait

Meski Eskalasi Disrupsi Geopolitik Global Tekan  Perdagangan Internasional, Performa Lampung tetap  Solid

Meski Eskalasi Disrupsi Geopolitik Global Tekan  Perdagangan Internasional, Performa Lampung tetap  Solid

Bandarlampung - Spektroom: Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung dipimpin Staf Ahli Gubernur Bidang Ekubang Liza Derni,  mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2026 yang dirangkai dengan Sosialisasi Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal, secara Virtual Meeting, dari Ruang Command Center Lantai II Diskominfotik Provinsi Lampung, Selasa (5/5/

Anggoro AP
Gubernur dan  Pangdam Perkuat  penertiban Gunung  Botak, Diklaim Mulai Tunjukan Hasil Nyata

Gubernur dan Pangdam Perkuat penertiban Gunung Botak, Diklaim Mulai Tunjukan Hasil Nyata

Ambon-Spektroom : Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menerima kunjungan silaturahmi Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto di Kantor Gubernur Maluku, sebagai langkah awal memperkuat koordinasi dan sinergi antar lembaga dalam menjaga stabilitas daerah. Demikian disampaikan Lewerissa kepada wartawan, usai pertemuan dengan Pangdam. Lewerissa menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan silaturahmi perdana sejak

Eva Moenandar, Rafles