KPK Periksa Dua Pejabat Unsoed di Mapolresta Banyumas

KPK Periksa Dua Pejabat Unsoed di Mapolresta Banyumas
NF saat kembali keruang pemeriksaan didampingi petugas dari KPK usai menjalankan sholat Mahrib.. (Foto : Bian Pamungkas).

Purwokerto-Spektroom : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah orang yang disebut berasal dari lingkungan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Kamis (20/8/2026).

Pemeriksaan berlangsung secara tertutup di Gedung Satreskrim Mapolresta Banyumas mulai sekitar pukul 13.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, pihak yang diperiksa antara lain dua pejabat Unsoed, seorang staf, serta dua orang dari pihak ketiga atau swasta.

Dua pejabat Unsoed yang disebut menjalani pemeriksaan masing-masing berinisial NF dan N.A.P.

Informasi yang beredar menyebut NF merupakan Wakil Rektor Bidang Akademik, sedangkan N.A.P. merupakan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni. Namun, belum ada keterangan resmi dari KPK maupun Unsoed mengenai kapasitas dan status hukum mereka dalam pemeriksaan tersebut.

Sekitar pukul 15.32 WIB, salah satu pejabat yang diduga NF terlihat keluar dari gedung Satreskrim untuk menunaikan salat Ashar. Setelah selesai, yang bersangkutan kembali menuju gedung pemeriksaan.

Saat hendak kembali, sejumlah awak media mencoba meminta keterangan. Namun, ia memilih masuk melalui sisi gedung dan tidak memberikan penjelasan mengenai pemeriksaan yang sedang berlangsung.

Hingga Kamis petang, (20/8/2026), sejumlah wartawan masih berjaga di depan Gedung Satreskrim Mapolresta Banyumas untuk memantau perkembangan pemeriksaan.

NF kembali terlihat usai salat Magrib. Ketika ditanya mengenai pemeriksaan tersebut, ia tidak memberikan penjelasan.

Sambil berjalan menuju ruang pemeriksaan dan didampingi petugas KPK, ia hanya mengatakan, “Tanya dia, tanya dia, yang berwenang.” ujar NF.

Belum diketahui secara pasti materi pemeriksaan KPK tersebut. Termasuk apakah pemeriksaan berkaitan dengan dugaan operasi tangkap tangan (OTT), dugaan pengembangan perkara, atau tindak lanjut laporan masyarakat.

Informasi yang diperoleh di lapangan juga belum dapat memastikan apakah pemeriksaan berkaitan dengan dugaan proses penerimaan mahasiswa baru maupun pengadaan barang dan jasa di lingkungan Unsoed.

Hingga berita ini diturunkan, (pukul 19.00), belum ada keterangan resmi dari KPK mengenai perkara yang sedang didalami maupun status pihak-pihak yang diperiksa. Pihak Unsoed juga belum memberikan pernyataan terkait pemeriksaan tersebut.

Dengan demikian, seluruh pihak yang menjalani pemeriksaan masih harus ditempatkan dalam kerangka asas praduga tak bersalah sampai terdapat penjelasan resmi dan keputusan hukum yang berkekuatan tetap.

Berita terkait

Polda DIY, Pemda dan Suporter Sepakat Jaga Kondusivitas Liga 2026/2027

Polda DIY, Pemda dan Suporter Sepakat Jaga Kondusivitas Liga 2026/2027

Sleman-Spektroom : Rivalitas antar pendukung sepak bola di Yogyakarta diharapkan tetap berada dalam koridor sportivitas. Menjelang kompetisi BRI Super League 2026/2027, Polda DIY bersama pemerintah daerah, manajemen klub, dan kelompok suporter menyepakati komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan kondusivitas. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama yang difasilitasi Polda DIY

Fatmawaty, Bian Pamungkas
Gubernur Maluku Dorong Penyelesaian Sengketa Aset Banda 3.700 Hektar dan Penataan Batas Taman Nasional Manusela

Gubernur Maluku Dorong Penyelesaian Sengketa Aset Banda 3.700 Hektar dan Penataan Batas Taman Nasional Manusela

Jakarta-Spektroom: Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mendorong pemerintah pusat dan Komisi II DPR RI untuk segera menyelesaikan penataan aset perkebunan pala di Kepulauan Banda serta melakukan rekonstruksi ulang tata batas Taman Nasional Manusela. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Rapat Komisi II, Senayan, Jakarta,

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru
Sulawesi Tenggara Akan Memiliki Bendungan Terbesar Pesosika

Sulawesi Tenggara Akan Memiliki Bendungan Terbesar Pesosika

Jakarta – Spektroom :  Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan pembangunan Bendungan Pelosika di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), sebagai bagian dari target pembangunan infrastruktur baru bidang Sumber Daya Air tahun 2025–2029. Bendungan Pelosika diproyeksikan menjadi bendungan terbesar ketiga di Indonesia setelah Bendungan Jatiluhur dan Jatigede, sekaligus menjadi bendungan terbesar di Sultra.

Nurana Diah Dhayanti