Kuliah Umum Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu 2026 Unimal Bandarlampung
Bandarlampung - Spektroom: Dalam rangka meningkatkan literasi dan edukasi pasar modal di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelegar Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026, dalam format Kuliah Umum di Graha Bintang Universitas Malahayati (UNIMAL) Bandarlampung, Selasa (20/5/2026)
Kegiatan ini membahas peran pasar modal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi serta memberikan pemahaman mengenai berbagai instrumen investasi bersama OJK, Bursa Efek Indonesia, KPEI, KSEI, dan para praktisi pasar modal.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon, Hasan Fawzi dalam orasi ilmiahnya mengatakan diera digital saat ini, akses terhadap informasi keuangan dan investasi terasa semakin mudah. Hanya melalui , telepon genggam, kita dapat membuka rekening investasi, melalui digitalisasi kemudahan akses berinvestasi sangat tinggi.
"Begitu mudahnya, sampai sampai mau buka rekening tidak perlu datang ke Kantor Bursa Efek, cukup di tempat kita dengan membuka aplikasinya, lalu bisa mulai membuka rekening, selanjutnya, setelah punya rekening, untuk beli produk keuangan, bahkan mengikuti diskusi dan belajar tentang investasi di pasar modal, itu dapat dilakukan secara real-time." terang Hasan Fawzi.
Menurutnya, kemudahan akses yang semakin dekat dan mudah ini, belum diikuti dengan pemahaman dan juga literasi keuangan yang memadai. Karena dari hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Terbaru SNLK 2025, menunjukkan literasi pasar modal di Indonesia baru mencapai angka 17,78%.
Artinya masih sangat banyak masyarakat termasuk mahasiswa Unimal Bandarlampung yang ternyata belum paham cara berinvestasi dengan benar.
"Jadi saya senang sekitar 1.500 mahasiswa dari berbagai fakultas, tidak hanya Fakultas Ekonomi dan Management Business saja dan kesempatan investasi ini harus menjadi sarana yang terdemokratisasi, yang inklusif, yang tidak hanya milik orang-orang yang memang dari awal berkarir di bidang ekonomi keuangan" ujarnnya lagi.

Hasan Fawzi juga menyampaikan karena tingkat literasi yang masih terbatas, maka akan ada celah yang bisa saja dimanfaat oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, dengan menawarkan investasi "bodong" atau investasi palsu, atau penipuan melalui teknologi artificial intelligence dengan mudah menawarkan investasi yang ternyata tidak benar atau palsu ini tentu menjadi ancaman yang harus dicermati.
Selain Hasan Fawzi sebagai Pembicara Kunci Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu 2026, juga menghadirkan pembicara Kepala Divisi Hukum PT. Kliring Penjaminan Efek Indonesia - Reynant Hadi, Kepala Divisi Pengawasan Pengelolaan Investasi 1.2 OJK - M. Mukhtar, kemudian Kepala Pengembangan Wilayah Area 1 PT. Bursa Efek Indonesia - Nurharjanti serta Kepala Divisi Pengawasan PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia - Fitriyanto dan dimoderatori oleh Dosen Unimal Euis Mufahamah.(@Ng).