Kurnala Beberkan Tiga Masalah Krusial Maluku, Pendidikan, Kesehatan dan Kuliah Kedokteran Jadi Sorotan

Kurnala Beberkan Tiga Masalah Krusial Maluku, Pendidikan, Kesehatan dan Kuliah Kedokteran Jadi Sorotan
Welhelm Kurnala kepada wartawan, usai mengikuti Bimbingan Teknis Anggota Legislatif Partai Perindo 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (27/7/2026).foto Eva. M

Jakarta-Spektroom : Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Maluku, Wilhelm Danial Kurnala, membeberkan tiga persoalan yang dinilainya masih menjadi pekerjaan rumah besar Pemerintah Provinsi Maluku, yakni sistem pendidikan yang belum tertata, pelayanan kesehatan yang bermasalah, serta tingginya biaya pendidikan kedokteran bagi putra-putri daerah.

Hal itu disampaikan Kurnala kepada wartawan usai mengikuti Bimbingan Teknis Anggota Legislatif Partai Perindo 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (27/7/2026).

Menurut Kurnala, sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang SMA, SMK dan SLB di Maluku harus segera dibenahi dengan sistem yang lebih modern, transparan, dan terintegrasi agar tidak lagi menimbulkan polemik setiap tahun.

Ia mengatakan, banyaknya keluhan masyarakat terkait proses penerimaan siswa baru telah memunculkan persepsi negatif seolah-olah keberhasilan masuk sekolah ditentukan oleh kedekatan dengan pejabat atau anggota dewan.

"Ke depan jangan ada lagi stigma titipan. Kalau siswa memenuhi syarat, dia diterima. Kalau tidak memenuhi syarat, berarti harus menerima hasil seleksi. Sistem harus menjamin keadilan bagi semua," ujar Kurnala.

Di bidang kesehatan, Kurnala mengaku menerima laporan mengenai belum dibayarkannya tunjangan dokter dan perawat di salah satu rumah sakit daerah selama beberapa bulan. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak boleh dibiarkan karena menyangkut kesejahteraan tenaga kesehatan yang menjadi ujung tombak pelayanan kepada masyarakat.

Sebagai Ketua Komisi IV DPRD Maluku, ia memastikan akan memanggil pihak rumah sakit untuk meminta penjelasan sekaligus menelusuri penyebab keterlambatan pembayaran hak tenaga kesehatan.

"Kami akan menjalankan fungsi pengawasan secara serius. Hak dokter dan perawat harus dipenuhi karena mereka memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat," tegasnya.

Kurnala juga menyoroti minimnya perhatian pemerintah terhadap pengembangan koperasi di Maluku. Ia menilai berbagai program sulit berkembang karena tidak didukung alokasi anggaran yang memadai, baik dari APBD maupun APBN.

Ia meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap efektivitas penggunaan anggaran sehingga kebijakan efisiensi benar-benar menghasilkan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Selain itu, Kurnala berharap pemerintah pusat memberikan perhatian lebih besar terhadap Maluku yang masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Ia optimistis kehadiran Proyek Strategis Nasional Blok Masela dapat menjadi momentum kebangkitan ekonomi daerah apabila manfaatnya benar-benar dinikmati masyarakat Maluku.

Persoalan lain yang menjadi perhatian Kurnala adalah tingginya biaya pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura. Ia mengaku prihatin setelah menerima informasi adanya mahasiswa berprestasi yang tetap kesulitan melanjutkan pendidikan karena biaya kuliah yang sangat tinggi.

Menurutnya, banyak orang tua yang bekerja sebagai petani, nelayan maupun guru tidak mampu menanggung biaya pendidikan kedokteran yang mencapai ratusan juta rupiah.

Karena itu, Kurnala meminta para orang tua dan mahasiswa menyampaikan data kepada Komisi IV DPRD Maluku agar dapat ditindaklanjuti bersama pihak Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura dan pemerintah.

"Saya akan memperjuangkan persoalan ini. Bila diperlukan, kami akan berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi agar ada kebijakan yang memberikan ruang bagi putra-putri Maluku yang berprestasi tetapi berasal dari keluarga kurang mampu," katanya.

Ia menegaskan, Maluku membutuhkan lebih banyak dokter yang lahir dari daerah sendiri. Karena itu, akses pendidikan kedokteran harus diperluas agar keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi generasi muda yang memiliki kemampuan akademik.

"Anak-anak Maluku yang berprestasi harus diberi kesempatan. Jangan sampai cita-cita mereka menjadi dokter kandas hanya karena biaya kuliah yang tidak mampu dijangkau keluarganya," pungkas Kurnala. (EM)

Berita terkait

Persatuan Seni Silat Pesaka Terengganu Latihan bersama dengan Pesilat Kota Tanjungpinang

Persatuan Seni Silat Pesaka Terengganu Latihan bersama dengan Pesilat Kota Tanjungpinang

Tanjungpinang-Spektroom : Kunjungan rombongan Persatuan Seni Silat Pesaka Terengganu, Malaysia ke Tanjungpinang disambut Walikota Tanjungpinang Raja Ariza, Senin (27/7/2026) di ruang Rapat Engku Putri Raja Hamidah Kantor Walikota Tanjungpinang. Pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan masyarakat serumpun sekaligus memperkuat sinergi dalam pelestarian seni bela diri pencak silat sebagai bagian

Desmawati
DPRD Tegaskan Dukungan Penuh untuk KONI Sawahlunto, Bonus Atlet hingga Pembinaan Jadi Fokus Jelang Porprov Sumbar 2026

DPRD Tegaskan Dukungan Penuh untuk KONI Sawahlunto, Bonus Atlet hingga Pembinaan Jadi Fokus Jelang Porprov Sumbar 2026

Sawahlunto–Spektroom : Komitmen penuh terhadap kemajuan olahraga daerah ditunjukkan DPRD Kota Sawahlunto dengan menegaskan dukungan total kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sawahlunto dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Dukungan tersebut mencakup pemenuhan kebutuhan persiapan kontingen hingga perhatian terhadap bonus bagi atlet peraih medali. Komitmen

Riswan Idris, Rafles
Wakili Indonesia ke Forum Internasional di Tiongkok, Guru Madrasah Maluku Utara Perkuat SDM Pendidikan

Wakili Indonesia ke Forum Internasional di Tiongkok, Guru Madrasah Maluku Utara Perkuat SDM Pendidikan

Sofifi-Spektroom : Membanggakan Seorang guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kepulauan Sula, Maluku Utara membuktikan bahwa dedikasi dan semangat belajar  serta kemauannya memperbaiki kualitas Pendidikan di tanah air khususnya wilayah kepulauan mampu membawanya menembus panggung pendidikan internasional. Adalah Joni Patrumsari, guru Bahasa Inggris di MAN 1 Kepulauan Sula berkesempatan menjadi salah

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru
Polda Maluku Antar 7 Putra Daerah Lolos Akpol 2026, Siap Tempuh Pendidikan Calon Perwira .

Polda Maluku Antar 7 Putra Daerah Lolos Akpol 2026, Siap Tempuh Pendidikan Calon Perwira .

Ambon-Spektroom: Maluku kembali mengukir prestasi dalam mencetak sumber daya manusia unggul di lingkungan Polri. Sebanyak tujuh putra terbaik asal Maluku berhasil dinyatakan lulus dan terpilih pada Sidang Akhir Seleksi Tingkat Pusat Penerimaan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026, dan selanjutnya akan mengikuti pendidikan pembentukan calon perwira Polri di Akademi

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru