Lacak Sinyal BTS dan Frekuensi, Kemkomdigi Bantu SAR Cari 8 Warga Hilang di Selat Sunda
Pandeglang-Spektroom : Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengerahkan infrastruktur jaringan dan pemantauan spektrum frekuensi untuk membantu pencarian delapan warga yang hilang di perairan Selat Sunda sejak Senin 7 September 2026.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan tiga operator seluler untuk memantau jaringan base transceiver station (BTS) di sekitar Selat Sunda, baik wilayah Banten maupun Lampung.
“Komdigi sudah berkoordinasi dengan operator seluler, tiga operator itu sudah mendeteksi BTS yang ada di seputaran Selat Sunda, baik yang ada di Banten maupun yang ada di Lampung,” ujar Nezar saat meninjau Posko SAR Gabungan di Carita, Pandeglang, Sabtu (12/9/2026).
Selain itu, Kemkomdigi juga mengaktifkan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio di Banten dan Lampung. Perangkat tersebut digunakan untuk mengecek kemungkinan adanya sinyal komunikasi yang tertangkap dari lokasi pencarian.
“Melalui balai monitoring frekuensi yang ada di Banten dan Lampung, kita terus melakukan pengecekan kalau ada sinyal-sinyal yang tertangkap,” katanya.
Data dari operator seluler yang telah diteruskan ke tim SAR menunjukkan kontak terakhir korban berada di Pulau Sebesi pada 7 September 2026. Pulau Sebesi merupakan salah satu gugus pulau terdekat dari Gunung Anak Krakatau.
“Dari operator seluler kita sudah mendapatkan informasi dan itu sudah diteruskan kepada SAR berupa kontak terakhir di Pulau Sebesi,” ujar Nezar.
Delapan orang yang hilang terdiri dari lima jurnalis, dua anak buah kapal, dan seorang pemandu. Mereka sebelumnya bertugas meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Memasuki hari kelima pencarian pada Sabtu, tim SAR gabungan memperluas penyisiran. Berdasarkan data SAR Banten, TNI AL, dan Polairud, sebanyak 14 kapal dan satu helikopter dikerahkan untuk menyisir titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban.
Nezar menegaskan Kemkomdigi akan terus mendukung operasi pencarian melalui kapasitas infrastruktur dan pemantauan spektrum.
“Kita terus memantau, terus mencari dan sama-sama kita berdoa. Kami minta seluruh rakyat Indonesia juga mendoakan agar kita bisa menemukan delapan warga kita yang sekarang berada di perairan Selat Sunda,” tuturnya.
Kemkomdigi juga memantau ruang digital untuk mengantisipasi penyebaran informasi belum terverifikasi. Nezar mengimbau masyarakat merujuk pada informasi resmi dari tim SAR. (RRE/Diut)