Lampung Dapat Jatah 11.000 Unit BSPS, Tingkatkan Kualitas Rumah Layak Huni
# Repost biroadpim.lampungprov.go.id
Lampung Tengah - Spektroom: Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Jihan Nurlela mengunjungi penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), di Kampung Sumber Baru, Kabupaten Lampung Tengah, Rabu (5/8/2026)
Pada kegiatan ini Wagub Jihan tidak sendirian, didampingi sejumlah Kepala OPD seperti Kadis PKP & Cipta Karya Ahmad Syaifullah, Kadis Perindustrian & Perdagangan Mohammad Zimmi Skil serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangandan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung Elvira Umihanni.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan pelaksanaan program sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.
Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) merupakan program pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang ditujukan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah meningkatkan kualitas rumah agar menjadi lebih layak huni.
Pada kesempatan itu, Wagub Jihan menyampaikan bahwa Provinsi Lampung memperoleh alokasi sebanyak 11.000 unit BSPS yang tersebar di 15 kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Lampung Tengah.
Saat ini, rumah calon penerima program yang dikunjungi tersebut masih dalam tahap verifikasi dan pemerintah menunggu terbitnya Surat Keputusan (SK) dari Kementerian PKP sebagai dasar pelaksanaan program.
"Kita tinggal menunggu SK dari Kementerian untuk turun dan pelaksanaan program dapat segera dilakukan," ujar Jihan.
Tinjau Penerima Bantuan Bed Dryer
Masih di Lampung Tengah, Wagub Jihan dan rombongan melanjutkan meninjau lokasi mesin pengering hasil pertanian seperti padi dan jagung (Bed Dryer) di Kampung Tanjung Harapan, Kecamatan Seputih Banyak.

Diketahui, keberadaan mesin bed dryer bisa mempercepat proses pengeringan secara signifikan. Jika sebelumnya sangat bergantung pada kondisi cuaca, kini pengeringan gabah berkapasitas 20 ton dapat diselesaikan hanya dalam waktu sekitar 12 jam.
Konon penyediaan mesin pengering merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memperkuat sektor pertanian, khususnya dalam meningkatkan kualitas hasil panen dan kesejahteraan petani.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Lampung dalam membantu petani menghasilkan gabah berkualitas, memperluas akses pasar, serta meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian.
Anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Ihsanudin, mengatakan bantuan bed dryer telah diterima sekitar satu minggu lalu.
Menurutnya, alat tersebut menjadi solusi yang telah lama dinantikan petani karena mampu mempercepat proses pengeringan hasil panen.
"Alhamdulillah, kami telah mendapatkan bantuan bed dryer. Kami sangat bersyukur karena alat ini memang sudah lama dinantikan oleh para petani," katanya.
Dengan adanya bed dryer, proses pengeringan kini hanya memerlukan waktu sekitar delapan jam. Alat tersebut juga memiliki kapasitas pengeringan hingga 20 ton gabah per hari, sehingga diharapkan mampu melayani kebutuhan pengeringan hasil panen petani secara lebih cepat dan efisien.
Keberadaan Bed Dryer juga menjadi solusi atas kendala petani dalam memenuhi standar kadar air gabah yang dipersyaratkan Bulog. Selama ini, kadar air gabah hasil panen petani rata-rata masih sekitar 17 persen, sedangkan Bulog mensyaratkan kadar air 13 hingga 14 persen.
"Dengan adanya bed dryer ini, kami berharap kualitas hasil panen dapat memenuhi standar sehingga petani memiliki kesempatan yang lebih besar untuk masuk ke pasar yang lebih luas," ujarnya.(@Ng).