Langkah Pertama di Rumah Iman dan Ilmu, 350 Mahasiswa Baru IAKN Palangka Raya Memulai Perjalanan
Palangka Raya-Spektroom : Memasuki lingkungan kampus untuk pertama kalinya selalu membawa cerita. Ada rasa ingin tahu, canggung, sekaligus harapan tentang masa depan yang mulai dibangun. Bagi sekitar 350 mahasiswa baru Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Palangka Raya, pengalaman itu dimulai melalui Orientasi Pengenalan Akademik Kampus (OPAK) 2026, 6–8 Agustus 2026.
Selama tiga hari, mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan akademik, tetapi juga diajak mengenal nilai, budaya, serta kehidupan kampus yang akan menjadi bagian dari perjalanan pendidikan mereka.
Mengusung tema “IAKN Palangka Raya Rumah Iman dan Ilmu bagi Masa Depan Excellent Indonesia Emas 2045” dengan subtema “The Enchanted Journey of Faith and Knowledge”, OPAK 2026 dirancang untuk mempertemukan penguatan akademik, pembentukan karakter, dan spiritualitas dalam satu rangkaian kegiatan.
Proses adaptasi mahasiswa baru diperkuat melalui keterlibatan mahasiswa senior sebagai panitia dan mentor. Setiap mentor mendampingi kelompok kecil beranggotakan sekitar 10–15 mahasiswa, sehingga interaksi berlangsung lebih dekat, terbuka, dan humanis.
Di ruang-ruang pengenalan kampus itu, mahasiswa baru dibekali berbagai pengetahuan yang akan menjadi bekal menjalani kehidupan perguruan tinggi. Materinya mencakup visi dan misi institusi, layanan akademik, kesehatan mental, literasi digital, edukasi keuangan dan investasi, hingga wawasan bela negara.
OPAK juga membawa mahasiswa lebih dekat dengan persoalan kehidupan sehari-hari. Melalui gerakan kampus hijau, mereka diajak mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan menanam bunga sebagai bagian dari pembentukan kepedulian terhadap lingkungan.
Tidak kalah penting, aspek kesehatan turut mendapat perhatian. IAKN Palangka Raya menghadirkan layanan cek kesehatan gratis bekerja sama dengan UPTD Puskesmas Menteng, disertai edukasi kesehatan reproduksi bagi mahasiswa baru.
Penguatan spiritualitas menjadi bagian lain dari rangkaian kegiatan. Kolaborasi dengan berbagai lembaga pelayanan mahasiswa memberikan ruang bagi mahasiswa baru untuk memahami kehidupan kampus bukan hanya sebagai tempat menuntut ilmu, tetapi juga sebagai ruang untuk bertumbuh dalam iman dan karakter.
Suasana OPAK semakin cair melalui talent show dan kegiatan keakraban. Dari kegiatan tersebut, mahasiswa baru memperoleh kesempatan mengekspresikan diri, mengenal potensi masing-masing, sekaligus membangun kebersamaan dengan teman-teman yang sebelumnya belum mereka kenal.
Kegiatan tersebut juga selaras dengan ASTA Program Prioritas (Protas) Kementerian Agama, terutama dalam penguatan sumber daya manusia unggul, moderasi beragama, dan pengembangan kampus yang ramah lingkungan.
Bagi 350 mahasiswa baru tersebut, tiga hari OPAK menjadi langkah awal sebelum memasuki perjalanan yang jauh lebih panjang. Dari lingkungan yang semula asing, mereka mulai menemukan teman dan ruang belajar. Dari rasa canggung, tumbuh keberanian untuk berinteraksi. (Polin-Agry)