Langkah Pertama Kapolda Kalbar Irjen Alberd Teddy Mengemban Amanah Disambut Ritual adat
Pontianak-Spektroom : Nuansa khidmat berpadu dengan kearifan lokal mewarnai pergantian pucuk pimpinan Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Jumat (10/07/2026).
Di tengah prosesi seremonial yang sarat makna, Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar resmi mengawali tugasnya sebagai Kapolda Kalbar, menggantikan Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto.
Namun lebih dari sekadar pergantian jabatan, momentum tersebut menjadi pertemuan antara institusi negara dan budaya lokal yang telah lama menjadi identitas masyarakat Kalimantan Barat.
Setibanya di Markas Polda Kalbar, Irjen Alberd disambut melalui rangkaian ritual adat khas Kalbar yang mencerminkan penghormatan, penerimaan, serta doa dari masyarakat Bumi Khatulistiwa kepada pemimpin baru mereka.
Langkah kaki sang jenderal bintang dua memasuki lingkungan Mapolda Kalbar diiringi prosesi adat yang berlangsung penuh khidmat.
Pengalungan bunga dan jajar kehormatan menjadi simbol bahwa amanah besar yang kini berada di pundaknya tidak hanya berasal dari institusi Polri, tetapi juga harapan jutaan masyarakat Kalbar yang mendambakan keamanan, ketertiban, dan pelayanan yang semakin baik.
Di balik prosesi tersebut tersimpan pesan mendalam. Tradisi adat bukan sekadar seremoni penyambutan, melainkan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai lokal yang hidup dan dijaga lintas generasi.
Kehadiran ritual itu menunjukkan bahwa kepemimpinan di Kalbar tidak dapat dilepaskan dari semangat kebersamaan, keberagaman, dan penghargaan terhadap budaya daerah.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kalbar, Kombes Pol. Bambang Suharyono, menegaskan bahwa tradisi tersebut merupakan bagian dari penghormatan institusi terhadap proses estafet kepemimpinan yang berlangsung di tubuh Polri.
“Tradisi penyambutan ini merupakan bentuk penghormatan institusi terhadap estafet kepemimpinan Polda Kalbar.
Kami juga mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kalbar agar pimpinan yang baru mampu melaksanakan tugas dengan baik dan Polda Kalbar semakin profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Setelah prosesi penyambutan, agenda dilanjutkan dengan laporan kesatuan dan serah terima memori jabatan.
Tahapan ini menjadi pintu awal bagi Irjen Alberd untuk mengenal lebih dekat kondisi wilayah, tantangan keamanan, serta karakter masyarakat Kalimantan Barat yang dikenal majemuk dan menjunjung tinggi toleransi.
Bagi masyarakat Kalbar, pergantian Kapolda bukan hanya pergantian figur pemimpin.
Ia juga membawa harapan baru akan hadirnya kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat, responsif terhadap persoalan daerah, dan mampu menjaga harmoni di provinsi yang menjadi rumah bagi beragam suku, agama, dan budaya.
Di bawah naungan langit Pontianak yang teduh, prosesi adat itu seolah menjadi pesan simbolik: setiap pemimpin yang datang tidak hanya diterima sebagai pejabat negara, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga besar Kalimantan Barat yang dipercaya menjaga keamanan dan masa depan daerah ini.