Layanan Salah Satu Bank Swasta Di Banjarmasin Mengecewakan, Fauzan Ramon Akan Surati Manajemen Bank

Layanan Salah Satu Bank Swasta Di Banjarmasin Mengecewakan, Fauzan Ramon Akan Surati Manajemen Bank
Layanan salah satu Bank Swasta yang dirasakan mengecewakan.(Foto YLK Intan)

Junaidi, Agung Yunianto

Advokat Senior Dr H Fauzan Ramon SH MH.(Foto pribadi)

Spektroom - Anggota BPSK Kota Banjarmasin, DR H Fauzan Ramon, SH, MH merasakan kekecewaan terhadap pelayanan salah satu Perbankan Swasta di Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin.

Fauzan Ramon mengatakan, dirinya yang datang ke Bank tersebut untuk mengganti kartu ATM yang rusak. “Tetapi nasib Saya sama dengan nasabah lainnya, seperti Gusti Rahmadi itu. Dia dapat nomor antrian 10 dan saya 13, tapi belum juga dilayani,” ujarnya kesal.

“Bank ini tidak seperti Bank lainnya, masa yang melayani Kita Satpam, padahal satpam itu harusnya menjaga keamanan di pintu masuk dan mengarahkan kemana Kita mau konsultasi,” ucapnya.

Dosen STIH Sultan Adam Banjarmasin ini menambahkan, dirinya merasa aneh dengan pelayanan Bank tersebut. “Bukannya Nasabah dipanggil ke ruangan atau loket tertentu, tetapi petugasnya yang menyambangi ke ruang tunggu, apakah memang tidak ada tempat yang disediakan?” keluhnya.

Merasa kecewa dan waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 WITA, Advokat Senior ini pun meninggalkan Bank tersebut dan kemudian menuju ke Bank Swasta yang ada di sebelahnya untuk membandingkan terkait pelayanan Nasabah. Kebetulan juga, Ketua YLK Intan Kalimantan ini sekalian mengganti buku tabungan yang hilang.

Dikatakannya, sesampainya di Bank Swasta di sebelahnya, pelayanannya sangat bagus, dan nomor antriannya jelas tertera di layar monitor. “Bahkan tidak sampai setengah jam sudah dipanggil dan dilayani oleh Petugas di loket atau counter yang sudah disediakan,” ujarnya lagi.

Menurut Fauzan Ramon, semestinya Bank itu mengutamakan melayani Nasabah. “Karena kalau tidak ada Nasabah, Mereka menampung uang dari mana, kalau bukan dari Nasabah atau Masyarakat?" cecarnya.

Merasa kecewa dengan pelayanan Bank tersebut, Anggota Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Banjarmasin berencana akan melakukan tindakan. “Akan saya surati nanti Bank yang bersangkutan, agar kedepan Manajemen Bank segera diperbaiki dan tidak mengecewakan Nasabah,” tegasnya.*****

Berita terkait

Rembang Terapkan Metode PM-AAS, Produktivitas Padi Berpotensi Naik Jadi 10 Ton per Hektare

Rembang Terapkan Metode PM-AAS, Produktivitas Padi Berpotensi Naik Jadi 10 Ton per Hektare

Rembang-Spektroom: Pemerintah Kabupaten Rembang mendukung akselerasi Gerakan Tanam Padi Bersama se-Jawa Tengah melalui penerapan metode Pertanian Modern Advanced AgricuSSltural System (PM-AAS). Metode tersebut diharapkan mampu meningkatkan populasi tanaman sekaligus mendorong produktivitas padi. Penerapan PM-AAS dilakukan di lahan pertanian Desa Mojorembun, Kecamatan Kaliori, Selasa (15/9/2026). Wakil Bupati Rembang H.

Sigit Budi Riyanto, Buang Supeno
Menko Polkam Turun ke Kalbar, Kapolda dan Forkopimda Perkuat Strategi Hadapi Karhutla

Menko Polkam Turun ke Kalbar, Kapolda dan Forkopimda Perkuat Strategi Hadapi Karhutla

Pontianak - Spektroom : Pemerintah pusat memperkuat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat yang dalam beberapa pekan terakhir menjadi salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi di Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan dan penanggulangan karhutla di

Apolonius Welly, Buang Supeno
UMJ Luncurkan I-CHIP, Dorong Kebijakan Kesehatan Berbasis Riset

UMJ Luncurkan I-CHIP, Dorong Kebijakan Kesehatan Berbasis Riset

Jakarta — Spektroom : Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) meluncurkan Institute for Community Health and Innovation Policy (I-CHIP) melalui Seminar Nasional bertema “Kedaulatan Kesehatan: Akselerasi Transdisiplin Menuju Kebijakan yang Berbasis dan Berkeadilan” di Gedung Cendekia UMJ, Selasa (15/9/2026). Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat menjadi salah

Irvan Idris Saleh, Buang Supeno
ссс