Lestarikan Budaya Lokal, HARPI Minta Busana Pengantin Khas Madiun Dibakukan

Lestarikan Budaya Lokal, HARPI Minta Busana Pengantin Khas Madiun Dibakukan
Sejumlah Pengurus Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Melati Kabupaten Madiun (ft Kominfo)

Madiun-Spektroom : Ketua Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Melati Kabupaten Madiun, Andarwati Ning Susanti, meminta pemerintah kabupaten Madiun untuk mengesahkan Busana Pengantin Khas Madiun.

Permintaan itu disampaikan Andarwati pada pertemuan HARPI Melati se Jawa Timur di Pendopo Muda Graha kabupaten Madiun, Sabtu (25/4/2026).

Menurut Andarwati, busana yang dikembangkan sejak tahun 1995 telah meraih berbagai prestasi dan diharapkan segera disahkan menjadi ikon budaya resmi daerah kabupaten Madiun.

"Kami memohon dukungan Pemerintah Daerah agar busana ini segera mendapatkan pengakuan resmi sebagai aset budaya kebanggaan kabupaten Madiun," ujar Andarwati Ning Susanti.

Senada dengan hal itu, Ketua DPD HARPI Jawa Timur, Endah Setyowati, menekankan pentingnya dokumentasi busana daerah. Dari 36 daerah di Jatim, sudah ada 27 busana yang terdokumentasi secara nasional. Ia mendorong Kabupaten Madiun untuk segera menyusul melalui sinergi dengan tim penguji pusat dan budayawan.

Sementara itu, Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyambut baik kehadiran para perias se-Jatim. Bupati menegaskan bahwa profesi perias adalah wajah budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif.

"Kreativitas para perias harus terus berkembang mengikuti zaman tanpa meninggalkan nilai kearifan lokal. Pemerintah daerah mendukung penuh kolaborasi ini demi pelestarian budaya yang berkelanjutan"; kata bupati.

Selain ajang silaturahmi, kegiatan ini menjadi momentum penguatan peran perias dalam pelestarian budaya dan ekonomi kreatif.

Berita terkait