Libur MBG, Harga Telur di Solo Terjun Bebas hingga Rp21 Ribu per Kg
Surakarta – Spektroom: Harga telur ayam ras di sejumlah pasar tradisional Kota Solo mengalami penurunan. Sepekan sebelumnya berada di kisaran Rp27 ribu per kilogram (kg), kini harga telur turun hingga menyentuh angka Rp21 ribu–Rp22 ribu per kg.
Penurunan harga telur tersebut diduga dipengaruhi oleh menurunnya permintaan selama libur sekolah, termasuk berhentinya sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena siswa memasuki masa libur semester.
Pantauan Spektroom di Pasar Sangkrah Solo, Selasa (30/6/2026), harga telur di tingkat grosir dan eceran berada pada kisaran Rp21 ribu hingga Rp22 ribu per kilogram.
Lita, pedagang grosir telur di Pasar Sangkrah Solo mengatakan, harga telur mengalami penurunan secara bertahap dalam sepekan terakhir. Bahkan, setiap hari harga mengalami koreksi turun Rp500 per kilogram.
“Harga telur terjun bebas. Hari ini saya jual Rp21 ribu per kilogram. Seminggu lalu masih di angka Rp25 ribu sampai Rp25.500, sebelumnya juga sempat Rp27 ribu. Turunnya bertahap setiap hari,” ujar Lita.
Menurutnya, penurunan harga tersebut dipengaruhi stok telur di tingkat peternak cukup banyak. Salah satu faktor yang disebut pedagang adalah berkurangnya permintaan akibat libur sekolah dan liburnya aktivitas MBG.
“Katanya karena MBG libur, jadi stok dari peternakan melimpah. Tapi kalau permintaan masyarakat biasa masih normal,” jelasnya.
Meski harga turun, Lita menyebut penjualan telur tetap berjalan baik. Stok telur yang didatangkan setiap hari sekitar 17 peti tetap habis terjual. Pembelinya berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelaku UMKM makanan, pedagang eceran, hingga kebutuhan rumah tangga.
“Stok setiap hari habis. Telurnya juga masih baru, karena langsung berputar. Satu peti isi telur sekitar 15 kilogram,” katanya.

Pedagang lainnya, Indra, juga membenarkan adanya penurunan harga telur. Menurutnya, pedagang hanya mengikuti perkembangan harga dari pemasok.
“Setiap hari ada informasi harga dari pemasok. Kalau naik kami ikut naik, kalau turun ya kami menyesuaikan harga pasar,” ujarnya.
Turunnya harga telur menjadi kabar baik bagi sejumlah konsumen di tengah masih tingginya harga beberapa kebutuhan pokok lainnya.
Sumiyati, salah seorang warga yang berbelanja di Pasar Sangkrah mengaku senang dengan turunnya harga telur. Menurutnya, penurunan harga tersebut cukup membantu pengeluaran rumah tangga.
“Alhamdulillah, di tengah harga kebutuhan lain yang masih naik, harga telur turun. Lumayan bisa lebih hemat,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Tari, warga Sangkrah yang membeli telur untuk kebutuhan usaha makanan kecil. Ia mengatakan harga telur turun cukup membantu pelaku usaha kecil dalam mengatur biaya produksi.
“Lumayan, bisa sedikit ringan. Saya lihat informasi harga telur turun dari status WhatsApp pedagang, langsung saya beli,” tuturnya.