Liburan Sekolah Belum Mampu Geliatkan Industri Pariwisata di Jakarta

Liburan Sekolah  Belum Mampu Geliatkan Industri Pariwisata di Jakarta
Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi DKI Jakarta Sutrisno Iwantono (foto: instagram PHRI)

Spektroom - Pengusaha Perhotelan  menilai Liburan Sekolah belum mampu geliatkan industri pariwisata di Jakarta. Terutama industri hotel di Jakarta harus tetap bertahan. Walaupun pekan lalu ada liburan sekolah infustri perhotelan tetap berjalan ditempat karena tidak banyak wisatawan yang datang ke Jakarta.

Ditambah, kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) juga masih lesu.Padahal Ibu Kota memiliki potensi pariwisata besar namun sayangnya belum tergarap maksimal. Hal itu terlihat dari jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Jakarta hanya 2,5 juta orang sepanjang 2024, sedangkan tetangga di kawasan Asean seperti Bangkok dapat mendatangkan 32,4 juta wisman, kemudian Istanbul menarik 23 juta wisman di periode yang sama.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi DKI Jakarta Sutrisno Iwantono menilai Jakarta memiliki potensi besar untuk menarik banyak wisatawan mancanegara, namun sayangnya belum terjadi.

Padahal Bangkok dan Jakarta dari segi kotanya ngga beda jauh, tapi kenapa disana wismannya jauh lebih banyak." Saya rasa bisa jadi karena orang ke Jakarta bingung mau ngapain, mungkin dari segi promosi perlu dimaksimalkan lagi, ini jadi PR bersama," katanya kepada  media  Sabtu ( 19/7/2025).

Menurutnya masalah Transportasi Umum dan Kemacetan menjadi persoalan dan ini menjadi pekerjaan rumah untuk menarik banyak wisatawan khususnya mancanegara. Hal ini berbeda dengan beberapa negara seperti Seoul, Tokyo, hingga Singapura yang bisa melakukan mobilitas dalam waktu cepat meski di jam sibuk.

"Dari satu tempat ke tempat lain juga belum  bisa diandalkan banget, misal dari Taman Mini di Jakarta Timur ke Jakarta Utara,  dengan transportasi umumnya kadang waktunya suka tidak terprediksi waktunya, padahal yang seperti ini penting bagi wisatawan," ujar Iwantono.

Iwantono pun menilai langkah pembangunan transportasi kereta seperti LRT Jakarta dan MRT Fase 2 menjadi cara untuk mengurangi kemacetan dan andalan mobilitas masyarakat serta turis. Sambil dibenahi, potensi wisatawan dalam negeri perlu dimaksimalkan lagi.

"Misal mahasiswa komunikasi yang mau belajar media bisa ada paket media visit ke beberapa kantor, atau mahasiswa teknik bisa kunjungan ke pabrik mobil, kan semuanya ada di Jakarta, nanti bisa ada diskon transportasi, diskon hotel, diskon oleh-oleh dan lain, jadi semua diintegrasikan, ngga jalan masing-masing, itu sudah saya sampaikan juga sebagai usulan," ujar Iwantono.

Berita terkait

Pekalongan Perkuat Data dan Kolaborasi, Penanganan Stunting Ditargetkan Berdampak Nyata

Pekalongan Perkuat Data dan Kolaborasi, Penanganan Stunting Ditargetkan Berdampak Nyata

Pekalongan-Spektroom: Pemerintah Kabupaten Pekalongan memperkuat penanganan stunting dengan menitikberatkan pada penggunaan data yang valid, evaluasi berkala, serta kolaborasi lintas sektor hingga tingkat desa. Langkah tersebut dilakukan agar program yang dijalankan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi menghasilkan penurunan angka stunting secara nyata. Penegasan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Teknis dan

Sigit Budi Riyanto, Buang Supeno
Dorong Pariwisata Berbasis Komunitas, Desa Wisata Sleman Raih Dua Penghargaan DIY 2026

Dorong Pariwisata Berbasis Komunitas, Desa Wisata Sleman Raih Dua Penghargaan DIY 2026

Bantul–Spektroom : Pengembangan pariwisata berbasis komunitas terus didorong Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Salah satunya melalui Lomba Desa/Kampung Wisata Tingkat DIY 2026 yang tidak hanya menilai daya tarik destinasi, tetapi juga tata kelola, dampak ekonomi, sosial budaya, serta keberlanjutan lingkungan. Dalam ajang tersebut, Kabupaten Sleman meraih dua penghargaan.

Fatmawaty, Bian Pamungkas
ссс