Lise Eka Putra: Fashion Minangkabau Harus Naik Kelas ke Panggung Nasional

Lise Eka Putra: Fashion Minangkabau Harus Naik Kelas ke Panggung Nasional
Lise Eka Putra: Fashion Minangkabau Harus Naik Kelas ke Panggung Nasional. (Foto: Diskominfo TD)

Padang-Spektroom : Peringatan Hari Jadi Kota Padang ke-357 menjadi momentum untuk meneguhkan identitas budaya sekaligus mendorong kreativitas generasi muda Sumatera Barat. Salah satu ruang ekspresi tersebut hadir melalui Padang Fashion Summit, yang mempertemukan para pelaku industri kreatif dan jajaran Dekranasda kabupaten/kota se-Sumatera Barat.

Ketua Dekranasda Tanah Datar, Lise Eka Putra, turut menghadiri kegiatan tersebut bersama Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Barat serta Ketua Dekranasda kabupaten/kota lainnya.Acara berlangsung di The ZHM Premiere Hotel Padang, Senin (10/8/2026).

Bagi Lise, Padang Fashion Summit bukan sekadar agenda peragaan busana. Kegiatan tersebut dinilai menjadi panggung penting untuk memperlihatkan bahwa karya fashion berbasis budaya Minangkabau memiliki karakter dan daya saing yang kuat.

“Fashion lokal Minangkabau memiliki kekuatan, karakter, dan keindahan yang tidak kalah dengan fashion dari daerah lain. Kita memiliki kekayaan yang sangat istimewa, mulai dari filosofi, motif, tenun, sulaman, hingga sentuhan budaya yang menjadikan setiap karya memiliki cerita dan identitas,” ujar Lise.

Menurut dia, kekuatan fashion Minangkabau justru terletak pada keterhubungan antara kreativitas dengan akar budaya. Setiap motif, material, hingga detail busana tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga membawa narasi tentang tradisi dan identitas masyarakat Minangkabau.

Karena itu, pengembangan industri fashion lokal perlu ditempatkan lebih luas sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya sekaligus penguatan ekonomi kreatif daerah.

“Fashion bukan hanya tentang apa yang kita kenakan, tetapi juga tentang bagaimana budaya diperkenalkan, kreativitas diberi ruang, dan karya lokal dinaikkan kelasnya,” kata Lise.

Lise mengapresiasi penyelenggaraan Padang Fashion Summit karena memberikan ruang kepada anak-anak daerah untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas mereka.

Menurutnya, ekosistem semacam ini penting agar talenta muda tidak hanya menjadi penikmat tren fashion, tetapi mampu tampil sebagai pencipta karya yang mengangkat kekayaan lokal.

Pengembangan tersebut juga membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, Dekranasda, desainer, perajin, pelaku UMKM, komunitas kreatif, lembaga pendidikan dan masyarakat.

Dengan kolaborasi yang kuat, kain tradisional, tenun, sulaman dan berbagai produk kerajinan khas Sumatera Barat dapat dikembangkan menjadi produk fashion yang memiliki nilai tambah dan mampu memasuki pasar yang lebih luas.

Harapan itu sejalan dengan posisi Dekranasda sebagai salah satu penggerak pengembangan kerajinan daerah dan pemberdayaan perajin. Di tingkat kabupaten, penguatan desain, kualitas produk, kemasan dan pemasaran menjadi bagian penting agar produk lokal tidak berhenti sebagai komoditas tradisional, tetapi berkembang menjadi produk kreatif bernilai ekonomi.

Lise berharap Padang Fashion Summit dapat berkembang menjadi agenda yang semakin kuat dan konsisten dalam membangun ekosistem fashion Sumatera Barat.

“Semoga kegiatan seperti Padang Fashion Summit terus berkembang, melahirkan lebih banyak desainer dan pelaku kreatif Sumatera Barat, serta membawa karya Minangkabau semakin dikenal di panggung nasional bahkan dunia,” tuturnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kebanggaan terhadap produk dan karya daerah. Dukungan terhadap produk lokal, menurutnya, bukan hanya soal transaksi ekonomi, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap kreativitas perajin, desainer dan generasi muda yang menjaga keberlanjutan budaya.

Dalam momentum Hari Jadi Kota Padang ke-357, Lise turut menyampaikan harapan agar Kota Padang terus berkembang sebagai kota yang maju, berbudaya dan kreatif.

“Selamat Hari Jadi Kota Padang ke-357. Semoga Kota Padang terus tumbuh menjadi kota yang maju, berbudaya, kreatif, dan semakin membanggakan Sumatera Barat. Teruslah maju tanpa kehilangan akar budaya,” ujarnya.

Bagi Sumatera Barat, tantangan ke depan bukan sekadar mempertahankan warisan budaya, tetapi bagaimana menjadikannya sumber inspirasi bagi inovasi dan kekuatan ekonomi kreatif. Bangga memakai karya lokal pada akhirnya menjadi bagian dari upaya menjaga agar identitas Minangkabau tetap hidup, berkembang dan dikenal lintas generasi. (Ris1)

Berita terkait

Jembatan Baru, Harapan Baru Warga Lipat Gunting di Pedalaman Ketapang

Jembatan Baru, Harapan Baru Warga Lipat Gunting di Pedalaman Ketapang

Ketapang-Spektroom: Bagi warga Dusun Lipat Gunting, Desa Suak Burung, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, sebuah jembatan bukan sekadar bangunan yang menghubungkan dua sisi wilayah. Jembatan Gantung Lipat Gunting kini menjadi penghubung aktivitas sehari-hari sekaligus membuka harapan baru bagi masyarakat yang selama ini membutuhkan akses lebih mudah untuk menjalankan

Apolonius Welly, Rafles
Wawako Jeffry: Sawahlunto Punya Hektaran Lahan Nganggur Siap Jadi Kampus Raksasa Operator Excavator Bersertifikat!

Wawako Jeffry: Sawahlunto Punya Hektaran Lahan Nganggur Siap Jadi Kampus Raksasa Operator Excavator Bersertifikat!

Sawahlunto-Spektroom : Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah mendampingi Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Yassierly meninjau Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Sawahlunto di Parambahan, Kecamatan Talawi, Sabtu (26/9/2026). Kunjungan tersebut fokus pada penguatan fasilitas pelatihan vokasi untuk menyiapkan tenaga kerja terampil dan bersertifikat yang siap bersaing di

Riswan Idris, Rafles
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad: Penguasaan Kelas dan Materi adalah Kunci dalam Mengajar

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad: Penguasaan Kelas dan Materi adalah Kunci dalam Mengajar

Batam–Spektroom : Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong guru Al-Qur’an terus meningkatkan kompetensi dan kreativitas dalam mengajar agar mampu mengikuti perkembangan zaman. Menurutnya, penguasaan kelas, pemahaman psikologi peserta didik, serta kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi bagian penting dalam menciptakan pembelajaran yang menarik dan inklusif. Hal itu ditegaskan Amsakar ketika membuka

Desmawati, Rafles
Lulusan Polteka Mangunwijaya Diingatkan Tak Mudah Menyerah Hadapi Dunia Kerja

Lulusan Polteka Mangunwijaya Diingatkan Tak Mudah Menyerah Hadapi Dunia Kerja

Semarang-Spektroom : Kelulusan bukan garis akhir bagi mahasiswa Politeknik Katolik (Polteka) Mangunwijaya Semarang. Justru setelah meninggalkan bangku kuliah, para lulusan akan menghadapi tantangan yang menuntut kompetensi sekaligus mentalitas yang kuat. Pesan itu disampaikan Direktur Polteka Mangunwijaya Semarang, Dr. Yohanes Yupilustanaji A., M.Hum., saat Wisuda ke-9 dan Angkat Sumpah Tahun Akademik

Y.Bambang Triyono, Bian Pamungkas