Listrik Belum Masuk, Kopdes Merah Putih dan Dapur MBG di Pedalaman Landak Terancam Mandek

Listrik Belum Masuk, Kopdes Merah Putih dan Dapur MBG di Pedalaman Landak Terancam Mandek
Kantor desa dan gedung baru Koperasi Merah Putih di moro Betung Landak yang terdampak aliran listrik. ( Foto: Spektroom )

Landak-Spektroom — Harapan warga Desa Moro Betung, Kecamatan Meranti, Kabupaten Landak, untuk menikmati manfaat program nasional Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) dan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) kini dibayangi persoalan mendasar: belum adanya aliran listrik.

Di tengah semangat pemerintah mendorong ekonomi desa dan pemenuhan gizi anak-anak sekolah, dua fasilitas yang hampir rampung dibangun itu justru terancam tidak bisa beroperasi maksimal karena Desa Moro Betung hingga kini masih gelap gulita tanpa jaringan listrik negara.

Lebih dari 200 kepala keluarga di desa pedalaman tersebut masih bertahan menggunakan lampu pelita, aki, hingga genset seadanya untuk penerangan malam hari. Aktivitas warga pun terbatas, termasuk anak-anak yang harus belajar dalam kondisi minim cahaya.

“Gedung Koperasi Desa Merah Putih sudah hampir selesai.
Dapur MBG juga sudah berdiri, tapi semua belum bisa berjalan karena tidak ada listrik,” ujar Kornelius, warga Desa Moro Betung, Senin (25/05/2026).

Ia menjelaskan, akses menuju desa sejauh sekitar empat kilometer dari jalan raya menjadi salah satu tantangan yang hingga kini belum mampu membuka akses listrik masuk ke wilayah mereka.

Menurut Kornelius, warga sudah berkali-kali mengusulkan pemasangan jaringan listrik ke pihak PLN. Namun sampai sekarang belum ada realisasi maupun kepastian kapan listrik akan masuk ke desa tersebut.

Padahal, keberadaan listrik menjadi kebutuhan utama agar program pemerintah pusat itu benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Kopdes Merah Putih dirancang menjadi pusat penguatan ekonomi desa, mulai dari permodalan hingga pemasaran hasil pertanian warga.

Sementara dapur MBG diproyeksikan menyuplai makanan bergizi gratis bagi anak-anak sekolah setiap hari.Tanpa listrik, operasional keduanya dinilai sulit berjalan optimal.

Dapur MBG misalnya membutuhkan listrik untuk penyimpanan bahan makanan, pengolahan, hingga distribusi makanan secara tepat waktu.

“Kalau terus begini, Kopdes tidak bakal jalan maksimal. Dapur MBG juga nanti kesulitan beroperasi tepat waktu,” kata Kornelius.

Kondisi tersebut sekaligus memperlihatkan masih lebarnya kesenjangan infrastruktur dasar di sejumlah wilayah pedalaman Kalimantan Barat. Di saat berbagai program nasional mulai digulirkan, sebagian masyarakat masih harus berjuang mendapatkan kebutuhan paling mendasar listrik.

Pihak PT PLN Landak sampai berita ini di turunkan belum memberikan keterangan terhadap permasalahan tersebut.

Warga Moro Betung kini hanya berharap pemerintah dan PLN segera merealisasikan sambungan listrik ke desa mereka agar program-program yang sudah dibangun tidak sekadar menjadi bangunan tanpa fungsi.

“Kami hanya minta listrik cepat masuk. Kalau sudah ada, ekonomi desa bisa bergerak dan anak-anak juga bisa mendapat makanan bergizi dengan baik,” tutup Kornelius.

Berita terkait

Presiden Prabowo Resmikan Museum dan Perpustakaan Seskoad, Kawah Candradimuka Pemimpin Bangsa

Presiden Prabowo Resmikan Museum dan Perpustakaan Seskoad, Kawah Candradimuka Pemimpin Bangsa

Bandung-Spektroom : Presiden Prabowo Subianto meresmikan renovasi Museum dan Perpustakaan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) di Bandung, Jawa Barat, Senin (25/5/2026). Peresmian tersebut menegaskan peran Seskoad sebagai lembaga pendidikan strategis yang telah melahirkan banyak pemimpin besar, baik di tingkat nasional maupun internasional. Seskoad tercatat telah melahirkan lulusan

Rafles
Provinsi Kepri menerima bantuan hewan Kurban dari Presiden Republik Indonesia sebanyak 8 ekor sapi

Provinsi Kepri menerima bantuan hewan Kurban dari Presiden Republik Indonesia sebanyak 8 ekor sapi

Tanjungpinang, Spektroom  - Presiden Prabowo Subianto Tahun 2026 menyerahkan hewan kurbannya ke Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau(Kepri) sebanyak 8 ekor sapi. Hewan Kuban tersebut telah didistribusikan ke Kabupaten dan Kota masing masing, untuk Kota Tanjungpinang, Kota Batam, Kabupaten Bintan, Lingga, Karimun, Natuna dan Kabupaten Anambas serta untuk tingkat Provinsi. Sapi

Desmawati, Bian Pamungkas
MIN 2 Sawahlunto Jadi Satu-satunya Proyek SBSN Madrasah di Sumbar 2026,

MIN 2 Sawahlunto Jadi Satu-satunya Proyek SBSN Madrasah di Sumbar 2026,

Sawahlunto-Spektroom : Tim Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sumatera Barat melaksanakan kunjungan sekaligus sosialisasi pembangunan gedung Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) di MIN 2 Kota Sawahlunto, Senin (25/5/2026). Proyek tersebut menjadi perhatian khusus karena merupakan satu-satunya pembangunan SBSN madrasah di Sumatera Barat pada tahun 2026.

Riswan Idris, Bian Pamungkas