LMRI Sulsel Siap Mengawal Pemberantasan Korupsi Yang Semakin Marak
Makasar- Spektroom : Kasus korupsi yang terjadi di berbagai tempat karena adanya niat dan kesempatan sehingga berdampak pada hilangnya uang negara ,dimana kondisi seperti ini dapat mempengaruhi proses pembangunan yang sedang dilaksanakan.
Menyikapi kondisi ini Laskar Merah Putih Indonesia LMRI Sulawesi Selatan melaksanakan Dialog kebangsaan dengan thema " peran Akademisi,Ormas,LSM,OKP dan Jurnalis dalam pemberantasan tindak pidana korupsi sebagai wujud Cinta NKRI " dilaksanakan di Makasar, Kamis ( 24 /9/2926) dengan Pembicara Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan,Kapolda Sulawesi Selatan,Pangdam XIV/ Hasanuddin dan Djusman AR Koodinator FoKal NGO Sulawesi Selatan .
Dalam testimoninys, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Muhammad Syarifuddin mengatakan pihaknya mengapresiasi terselenggaranya dialog kebangsaan dengan thema Indonesia Terang ini merupakan inisiatif yang sangat luar biasa dalam memerangi prilaku korup yang terjadi.
Sementara itu Koordinator FoKal NGO Sulawesi Selatan Djusman AR mengatakan hal yang sama untuk memerangi prilaku korup yang semakin marak. Mendukung Penuh Penegakan Hukum dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
"Korupsi adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa, menghambat pembangunan nasional, dan mencederai rasa keadilan serta mendukung Penuh Pemberantasan "Tanpa Pandang Bulu."ucapnya.
Langkah tegas dan konkrit dari lembaga penegak hukum yakni; KPK, Kejaksaan, dan Kepolisian dalam mengusut tuntas serta menindak setiap pelaku tindak pidana korupsi tanpa pandang bulu dan intervensi politik.
Djusman AR juga mengatakan pihaknya. mengawal Kebijakan Penegakan Hukum yang Berkeadilan.
dan mendesak proses hukum dijalankan secara transparan, akuntabel, dan profesional demi menegakkan prinsip hukum yang adil bagi seluruh masyarakat.
termasuk mendorong Pemulihan Kerugian Keuangan Negara.
memberikan efek jera bagi pelaku melalui hukuman badan, termasuk perampasan aset dan pemulihan kerugian keuangan negara .