Lomba MAPSI XIV SMP se Jawa Tengah Ajang Memupuk Bakat Seni Siswa Berakhlak Mulia

Lomba MAPSI XIV SMP se Jawa Tengah Ajang Memupuk Bakat Seni Siswa Berakhlak Mulia
Penampilan siswa SMPN 1 Purwokerto dengan musik tari Kentongan khas Banyumas menyambut peserta MAPSI XIV di Purwokerto (Foto : Biantoro)

Spektroom - Lebih dari 500 siswa SMP dari 35 kabupaten/kota se Jawa tengah mulai hari ini Selasa (21/10/2025) mengikuti lomba Mata Pelajaran dan Seni Islami MAPSI XIV di Purwokerto kabupaten Banyumas.

Lomba diadakan sebagai kegiatan tahunan dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam MGMPPAI di Jawa Tengah dengan lokasi secara bergantian.

Ketua MGMPPAI Jawa Tengah Syechudin Mpdi
mengatakan dalam lomba ini ada 7 cabang lomba yang ditampilkan antara lain Tilawah, Tartil, Tahfidz, Pidato Islami, Kaligrafi, Lomba Cerdas Cermas Islami serta seni Rebana atau Hadroh.

"Untuk menjaga netralitas Hadroh, juri diambilkan dari propinsi Banten, Jawa Barat, DIY dan Jawa timur. Sedangkan untuk lomba pidato disaring secara ketat hanya diambil satu juara pertama yang akan mewakili propinsi Jawa tengah ke lomba ditingkat Nasional bulan Nopember 2025" Ujar Syechudin.

Lomba dibuka bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono yang diawali dengan penampilan seni kentongan khas Banyumas. Menurut Bupati Banyumas lomba MAPSI XIV mempunyai banyak manfaat disamping mendidik generasi muda agar cinta pada mata pelajaran seni islami juga ikut menggerakkan ekonomi masyarakat melalui pelaku UMKM.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono didampingi Forkopimda dan pejabat terkait di Jawa tengah membuka MAPSI XIV di Purwokerto. (Foto : Biantoro).

" Jadikan lomba ini untuk mencetak generasi masa depan dengan belajar, berjuang dan tampil sebaik mungkin" ujar Sadewo

Kepala dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Drs.Joko Wiyono Msi pada laporannya mengatakan kegiatan ini dimaksudkan untuk menyiapkan generasi yang berkompeten dan generasi yang punya skill, dalam menghadapi kemajuan tekhnologi dan perkembangan budaya luar yang semakin cepat.

Sementara itu ketua MGMPPAI kabupaten Banyumas Durotun Nasikin kepada spektroom mengatakan lomba diadakan dengan tujuan memberikan wadah dalam meng apresiasikan seni dan bakat siswa berkreatif dalam seni dan pengetahuan agama Islam.

Pemenang lomba ini akan menerima piala Gubernur Jawa Tengah serta uang pembinaan. (Biantoro)

Berita terkait

Sambut HUT ke-499 Jakarta, Ratusan ASN Pemkot Jaksel Perkuat Aksi Kemanusiaan Lewat Donor Darah

Sambut HUT ke-499 Jakarta, Ratusan ASN Pemkot Jaksel Perkuat Aksi Kemanusiaan Lewat Donor Darah

Jakarta – Spektroom : Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta, Suku Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Administrasi Jakarta Selatan berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Selatan menggelar kegiatan sosial donor darah, Kamis (18/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema "Setetes Darah Anda, Sejuta Harapan Bagi Mereka&

Irvan Idris Saleh, Nurana Diah Dhayanti
Dua Dosen Unsoed Borong Penghargaan Bergengsi di Indolivestock Innovation Awards 2026

Dua Dosen Unsoed Borong Penghargaan Bergengsi di Indolivestock Innovation Awards 2026

Purwokerti-Spektroom : Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua dosen Fakultas Pertanian Unsoed berhasil meraih penghargaan pada ajang Indolivestock Innovation Awards 2026 yang digelar dalam rangkaian Indo Livestock Expo & Forum 2026 di Nusantara International Convention and Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang, Rabu (17/6/2026). Prestasi

Bian Pamungkas
Dinas Pendidikan Palangka Raya Cetak Kepala Sekolah Adaptif Digital dan Berstandar Nasional

Dinas Pendidikan Palangka Raya Cetak Kepala Sekolah Adaptif Digital dan Berstandar Nasional

Palangka Raya-Spektroom : Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya terus memperkuat upaya mencetak kepala sekolah yang adaptif terhadap perkembangan digital sekaligus memiliki kompetensi kepemimpinan berstandar nasional melalui Pelatihan dan Pembekalan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS). Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani menegaskan, kepala sekolah saat ini dituntut tidak hanya memahami

Polin, Rafles