Longsor Dini Hari di Sawahlunto, Korban Jiwa Anak 12 Tahun, Rumah Warga Rusak Parah

Longsor Dini Hari di Sawahlunto, Korban Jiwa Anak 12 Tahun, Rumah Warga Rusak Parah
Rumah warga yang terdampak longsor. (Foto: Riswan/Spektroom)

Sawahlunto–Spektroom : Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Sawahlunto sejak dini hari, Jumat (1/5/2026), memicu bencana tanah bergerak di Dusun Karang Anyar, Desa Santur, Kecamatan Barangin. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 04.15 WIB tersebut mengakibatkan satu unit rumah semi permanen rusak berat dan menelan korban jiwa.

Rumah milik Erawati dilaporkan terdampak paling parah setelah material longsor merobohkan dinding penahan (dam) dan menghantam bangunan. Dalam kejadian itu, seorang penghuni rumah, Rangga Saputra (12), meninggal dunia setelah tertimbun material longsoran.

Kepala Desa Santur, Sri Adianto, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa longsor dipicu oleh hujan lebat yang menyebabkan pergerakan tanah di sekitar lokasi.

“Berdasarkan laporan di lapangan, sekitar 60 persen tembok penahan mengalami longsor dan langsung menghantam rumah warga. Kejadian terjadi sekitar pukul 04.15 WIB saat hujan masih berlangsung deras,” ujar Sri Adianto.

Tim gabungan segera melakukan evakuasi terhadap korban dari reruntuhan. Rangga Saputra sempat dibawa ke RSUD Sawahlunto, namun nyawanya tidak tertolong. Sementara itu, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sawahlunto bersama aparatur Desa Santur langsung bergerak mengamankan lokasi kejadian.

Upaya penanganan difokuskan pada pembersihan material longsor serta langkah antisipasi untuk mencegah potensi longsor susulan, mengingat kondisi tanah yang masih labil akibat curah hujan tinggi.

Pemerintah setempat mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan rawan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan. Pemantauan kondisi lingkungan sekitar rumah, terutama pada lereng dan area dengan struktur tanah tidak stabil, dinilai penting guna menghindari risiko bencana serupa.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya kerentanan wilayah perbukitan di Sawahlunto, khususnya Desa Santur terhadap bencana hidrometeorologi, terutama saat curah hujan ekstrem melanda dalam durasi yang cukup lama. (Ris1)

Berita terkait

Gubernur Maluku Utara Hadiri Hari Buruh, IWIP Apresiasi 519 Karyawan Terbaik

Gubernur Maluku Utara Hadiri Hari Buruh, IWIP Apresiasi 519 Karyawan Terbaik

Weda-Spektroom : PT. IWIP kembali memperingati Hari Buruh Internasional dengan memberikan penghargaan kepada ratusan karyawan sebagai Best Employee tahun 2026. Penghargaan ini adalah apresiasi perusahaan atas dedikasi dan kinerja karyawan sepanjang tahun 2025. Pada momentum IWIP Awards tahun ini, penghargaan diberikan kepada 519 karyawan, yang terdiri dari 465 pekerja laki-laki dan

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru
Perkuat Integritas ASN, Kemenag Ternate Lakukan Monev dan Sosialisasi Antikorupsi di KUA Se-Kota Ternate

Perkuat Integritas ASN, Kemenag Ternate Lakukan Monev dan Sosialisasi Antikorupsi di KUA Se-Kota Ternate

Ternate-Spektroom : Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubag TU) Kantor Kemenag Kota Ternate Mewati, bersama tim kepegawaian melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di sejumlah Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kota Ternate, Kamis (30/4/2026). Kegiatan yang direncanakan berlangsung selama dua hari itu dirangkaikan dengan sosialisasi pengendalian gratifikasi dan pencegahan tindak pidana

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru