Luqman Baehaqi, Ph.D. Bawa Konsep “Spiral Sovereignty” di Forum Air Dunia 2026

Luqman Baehaqi, Ph.D. Bawa Konsep “Spiral Sovereignty” di Forum Air Dunia 2026

Palangkaraya-Spektroom: Perspektif baru dari Indonesia tentang tata kelola air berkelanjutan menarik perhatian forum global. Luqman Baehaqi Ph.D, dosen UIN Palangka Raya, tampil sebagai pembicara kunci dalam IV International Water Week 2026 dengan membawa pendekatan “Spiral Sovereignty”.

Dalam forum internasional yang berlangsung secara hybrid pada 18–20 Maret 2026 tersebut, Luqman memaparkan gagasan utamanya berjudul “Spiral Sovereignty: BIMA Framework, Citampian Spring, and Water Wisdom as Regenerative Governance” pada sesi Governance, Water Culture, and Institutional Management, 19 Maret 2026.

“Selama ini kita cenderung memposisikan air sebagai objek eksploitasi. Spiral Sovereignty membalik cara pandang itu—air harus diperlakukan sebagai mitra ekologis. Ketika kesadaran, pengetahuan, dan tata kelola bertemu, di situlah keberlanjutan benar-benar bekerja,” ujar Luqman, Selasa (14/04/2026).

Ia menjelaskan, konsep Spiral Sovereignty menawarkan pendekatan tata kelola air yang tidak bersifat linear atau eksploitatif, melainkan regeneratif dan berkelanjutan. Kerangka tersebut mengintegrasikan tiga pilar utama, yakni BIMA Framework sebagai landasan filosofis, Citampian Spring sebagai studi kasus, serta kearifan lokal tentang air yang hidup di masyarakat.

Luqman Baehaqi, Ph. D dosen UIN Palangka Raya. (Foto: Polin/istimewa)

Studi kasus Citampian Spring merujuk pada mata air di kawasan Gunung Ciremai, yang menunjukkan pentingnya menjaga siklus hidrologi alami sebagai bagian dari keseimbangan ekosistem.

Menurut Luqman, pendekatan ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dapat diterapkan lintas wilayah karena berakar pada nilai universal seperti kesadaran ekologis, kecerdasan kolektif, dan kearifan lokal.

“Spiral Sovereignty mengajak kita untuk tidak lagi melihat air sebagai komoditas, tetapi sebagai mitra dalam ekosistem kehidupan,” tegasnya di hadapan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara.

Forum ini menjadi ajang penting bagi Indonesia untuk menunjukkan kontribusi dalam menjawab tantangan krisis air global. Gagasan yang diusung Luqman dinilai memperkaya perspektif dunia, bahwa solusi pengelolaan air tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada perubahan cara pandang terhadap alam dan keberlanjutan. (Polin-Metta)

Berita terkait

Perumdam Tirta Yapono Sabet Top BUMD Bintang 4, Wali Kota Ambon Apresiasi Transformasi Layanan Air Bersih

Perumdam Tirta Yapono Sabet Top BUMD Bintang 4, Wali Kota Ambon Apresiasi Transformasi Layanan Air Bersih

Ambon-Spektroom: Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Yapono Kota Ambon atas capaian membanggakan sebagai Top BUMD Bintang 4 serta berhasil masuk dalam jajaran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terbaik tingkat nasional. Dalam keterangannya di Ambon, Selasa (14/

Eva Moenandar, Buang Supeno