Mahasiswa Panca Bhakti dan Tanggung Jawab Jaga Indonesia

Mahasiswa Panca Bhakti dan Tanggung Jawab Jaga Indonesia
Mahasiswa baru di Universitas Panca Bhakti ini berdiri berjejer rapi dengan seragam Hitam putih mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus dengan materi 4 pilar Bangsa dari Kasubdit Bintibsos Ditbinmas Polda Kalbar. Foto: Bid Humas Polda Kalba.

Pontianak - Spektroom : Riuh tepuk tangan memenuhi Convention Center Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak, Kamis (27/08/2026). Di hadapan ratusan mahasiswa baru sedang mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), sebuah pesan sederhana disampaikan: menjadi mahasiswa bukan hanya soal mengejar nilai akademik, tetapi juga menjaga semangat kebangsaan. Pesan itu datang dari Kasubdit Bintibsos Ditbinmas Polda Kalbar, Kompol Anne Tria Sefyna.

Di tengah derasnya arus informasi digital dan perubahan sosial yang begitu cepat, ia mengingatkan generasi muda agar tetap berpegang pada 4 pilar kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Bagi sebagian mahasiswa baru, masa transisi dari bangku sekolah ke dunia kampus adalah awal perjalanan menemukan jati diri. Mereka datang dari berbagai daerah, latar belakang budaya, suku, dan agama. Perbedaan itu bertemu dalam 1 ruang yang sama, membentuk miniatur Indonesia. Di sinilah nilai-nilai kebangsaan menemukan relevansinya.

“Perbedaan bukan alasan untuk terpecah. Justru itulah kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama,” ujarnya di hadapan peserta PKKMB.

Pesan tersebut terasa dekat dengan kehidupan kampus. Di lingkungan yang penuh dinamika pemikiran, mahasiswa dituntut mampu berdialog, menghargai perbedaan pandangan, dan menyelesaikan perbedaan secara dewasa.

Sikap toleransi, gotong royong, serta saling menghormati bukan sekadar teori dalam buku kewarganegaraan, melainkan keterampilan sosial yang akan menentukan kualitas kehidupan berbangsa di masa depan.

Di era media sosial, tantangan yang dihadapi generasi muda juga semakin kompleks. Informasi bergerak dalam hitungan detik. Kabar bohong, ujaran kebencian, hingga narasi yang memecah belah masyarakat kerap menyusup di antara arus informasi yang sulit dibendung.

Karena itu, Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono menilai mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan sekaligus penjaga nalar publik. Mahasiswa harus mampu menyaring informasi, berpikir kritis, dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum terverifikasi.

Kampus tidak hanya menjadi tempat belajar ilmu pengetahuan. Kampus juga menjadi ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan. Dari ruang-ruang diskusi, organisasi kemahasiswaan, hingga aktivitas sosial, lahir calon pemimpin yang kelak menentukan arah bangsa.

Bagi mahasiswa baru UPB Pontianak, pembekalan wawasan kebangsaan itu mungkin hanya berlangsung beberapa jam. Namun pesan yang ditinggalkan memiliki makna jauh lebih panjang: Indonesia membutuhkan generasi muda yang cerdas, kritis, dan tetap berpijak pada nilai persatuan.

Berita terkait

Beri Ruang Untuk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Tiga Mentri Tanda Tangani SKB Ruang Bersama Indonesia

Beri Ruang Untuk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Tiga Mentri Tanda Tangani SKB Ruang Bersama Indonesia

Jakarta - Spektroom: Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan merupakan bagian penting dalam pembangunan desa. Hal itu disampaikan Yandri Susanto pada Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri tentang penyelenggaraan Ruang Bersama Indonesia (RBI) untuk pemberdayaan

Anggoro AP
Kerja Sama RI-Selandia Baru Masuk Fase Kedua, Listrik Terbarukan Jadi Penggerak Ekonomi Pulau-Pulau Maluku

Kerja Sama RI-Selandia Baru Masuk Fase Kedua, Listrik Terbarukan Jadi Penggerak Ekonomi Pulau-Pulau Maluku

Ambon-Spektroom : Kerja sama Indonesia dan Selandia Baru di sektor energi terbarukan memasuki babak baru. Setelah berjalan sekitar lima tahun dan sempat terganggu pandemi Covid-19, kedua negara kini menyiapkan fase kedua program untuk memperluas akses listrik, memperkuat sumber daya manusia, sekaligus mendorong masyarakat Maluku menjadi pelaku utama pengembangan energi bersih. Komitmen

Eva Moenandar, Julianto