Mahasiswa Universiti Brunei Darussalam Pulang Membawa Cerita dari Jember

Mahasiswa Universiti Brunei Darussalam Pulang Membawa Cerita dari Jember
Mahasiswa asal Universiti Brunei Darussalam menjalani The Inbound Mobility Exchanges Program di FKIP Universitas Jember. (foto: humas unej)

Jember-Spektroom : Sejumlah mahasiswa luar negeri yang menjalani program di Universitas Jember tidak memperoleh pertukaran pengetahuan, tetapi juga mendapatkan pengalaman lintas budaya yang membekas. Pengalaman tersebut dirasakan langsung oleh Pengiran Mohamed Zulhilmi, mahasiswa Master of Teaching Primary dengan spesialisasi Education Mathematics, Sultan Hassanal Bolkiah Institute of Education (SHBIE), Universiti Brunei Darussalam (UBD) selama mengikuti program The Inbound Mobility Exchanges Program di lingkungan Universitas Jember (UNEJ).

Hilmi datang ke Jember menjadi bagian dari program Asistensi Mengajar (ASJAR) Internasional yang diikutinya bersama tujuh mahasiswa UBD. Ia dan tiga mahasiswa menjalani asistensi mengajar di SD Labschool UNEJ, sementara empat mahasiswa lainnya ditempatkan di SMA Negeri 2 Jember (SMADA).

Selama menjalani program sejak 13 – 31 Juli 2026, Hilmi mengapresiasi UNEJ yang telah memberikan berbagai fasilitas penunjang. Mulai dari akomodasi yang nyaman, transportasi selama kegiatan resmi, akses terhadap fasilitas kampus, pendampingan mahasiswa, hingga bimbingan intensif dari dosen dan koordinator program menjadi dukungan yang sangat berarti.

Pengiran Mohammed Zulhilmi dalam kegiatan pengajaran di SD Labschool

Lebih lanjut, ia juga kagum dengan perhatian yang diberikan oleh pihak SD Labschool sebagai sekolah mitra. Menurutnya, kepala sekolah beserta seluruh guru tidak hanya mendukung kegiatan praktik mengajar, tetapi juga mengajak para peserta mengenal lebih dekat berbagai destinasi dan kuliner khas Jember.

“Universiti Jember telah menyediakan pelbagai kemudahan yang sangat membantu sepanjang program ini. Selain itu, Guru Besar SD Labschool juga sangat memperhatikan kami dengan membawa kami mengenali kawasan sekitar Jember serta memperkenalkan pelbagai makanan tempatan. Semua ini membolehkan kami memberikan tumpuan sepenuhnya kepada proses pembelajaran dan pengajaran,” jelasnya saat ditemui di UNEJ sebelum 3 Agustus 2026 ini kembali ke Brunei Darussalam.

Momen Pengiran Mohammed Zulhilmi dalam pra acara Wisuda Universitas Jember Periode I Tahun Akademik 2026/2027

“Sejujurnya, saya berasa sangat terharu. Sejak hari pertama kami tiba, warga Universiti Jember menerima kami seperti keluarga sendiri. Para pensyarah, kakitangan dan student buddy sentiasa menghulurkan bantuan dengan penuh mesra dan senyuman. Walaupun berada jauh dari tanah air dan sesekali merindui keluarga di Brunei, layanan yang begitu baik membuatkan kami berasa selesa sejak hari pertama,” ungkapnya dengan bahasa Melayu.

Awalnya, mahasiswa UBD tersebut mengaku datang dengan harapan sederhana, yakni mempelajari sistem pendidikan Indonesia sekaligus memperoleh pengalaman mengajar di sekolah dasar. Namun, perjalanan yang dijalaninya justru memberikan lebih dari itu. Selain berinteraksi dengan guru dan siswa, ia juga membangun persahabatan baru, mengenal budaya masyarakat lokal, serta belajar memahami kehidupan sehari-hari masyarakat Jember.

Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya terjadi saat mengajar di SD Labschool. Rasa ingin tahu para siswa terhadap Brunei menghadirkan suasana kelas yang hidup dan penuh keceriaan. Beragam pertanyaan polos dilontarkan para siswa, mulai dari bahasa yang digunakan masyarakat Brunei, cita rasa makanan khas negaranya, hingga pertanyaan sederhana mengenai keberadaan pusat perbelanjaan di sana.

Hilmy bersama anak-anak SD Labschool

Pengalaman Hilmi di Jember juga tidak berhenti di ruang kelas. Salah satu momen yang turut memberi kesan tersendiri baginya adalah ketika berkesempatan tampil dalam Wisuda Periode I Universitas Jember Tahun Akademik 2026/2027. Di hadapan para wisudawan dan tamu undangan, ia menyanyikan lagu “Kota Ini Tak Sama Tanpamu”.

Selama berada di Kota Tembakau, Hilmi memanfaatkan kesempatan untuk mencicipi beragam kuliner khas daerah. Ia mengaku telah menikmati berbagai hidangan seperti bakso pentol, pecel, rawon, lumintu, bebek berbumbu rempah, hingga aneka sambal yang menjadi ciri khas masakan Indonesia. Di antara berbagai menu tersebut, lumintu dan bebek goreng menjadi hidangan favoritnya. Sementara itu, satu minuman yang hampir selalu ia pesan setiap kali makan adalah es teh. (Sumber: humas unej)

Berita terkait

Pendaftaran Tajemtra 2026 Resmi Dibuka, Siap Bangkitkan Ekonomi Dan Pariwisata Jember

Pendaftaran Tajemtra 2026 Resmi Dibuka, Siap Bangkitkan Ekonomi Dan Pariwisata Jember

Jember – Spektroom: Kepala Disporabudpar Jember, Bobby A. Sandy, menegaskan bahwa Tajemtra merupakan salah satu agenda unggulan daerah yang senantiasa dinantikan masyarakat. "Tajemtra bukan hanya event olahraga, melainkan bagian dari identitas budaya masyarakat Jember. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dan segera mendaftarkan diri. Dengan banyaknya peserta, kami optimistis kegiatan

Budi Sucahyono, Bian Pamungkas
GOW Kotabaru Soroti Pentingnya Kesehatan Mental Perempuan dalam Pertemuan Rutin

GOW Kotabaru Soroti Pentingnya Kesehatan Mental Perempuan dalam Pertemuan Rutin

Kotabaru, Spektroom : Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kotabaru melakukan kunjungan ke Makodim 1004/Kotabaru, Senin (3/8/2026). Kunjungan kerja menjadi momentum untuk memperkuat sinergi organisasi perempuan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mental. Ketua GOW Kabupaten Kotabaru, Siti Hadijah Syairi Mukhlis, hadir bersama perwakilan berbagai organisasi wanita yang

Junaidi, Bian Pamungkas